‘’La Hila Band’’, Kenalkan Wisata Bima Melalui Musik

Mataram (Suara NTB) – La Hila Band merupakan salah satu band Indie di NTB yang mengangkat tentang budaya dan pariwisata Bima. Band yang kini tinggal di Jakarta ini bertekad untuk memperkenalkan musiknya ke kancah nasional.

Sudah dua album lagu yang digarap oleh band beranggotakan empat orang ini. Ialah  Ilham Kusuma yang membawa keyboard, Aji Yudistira sebagai gitaris, Ame Malingga sebagai vokalis dan Nico Manggila sebagai bassist. Band ini bertekad untuk memperkenalkan Bima sebagai bagian dari Indonesia yang penuh dengan potensi budaya dan pariwisata.

“Band ini sudah terbentuk sejak tahun 2010. Nama La Hila terinspirasi dari salah satu rekan saya sejak kecil yang merupakan warga Donggo dan memberitahu salah satu nama yaitu La Hila. Sejak saat itu, nama ini menjadi nama band kami,” ujar Nico, di Mataram, Jumat, 27 April 2018.

Genre musik yang ditawarkan oleh La Hila Band ialah musik pop alternatif. Salah satu lagu andalan pada album pertama bertajuk tentang Puteri yang Hilang. Kemudian ada pula lagu bertajuk Sapa Moto Ma Lingi yang sudah dilihat 4 ribu orang di akun YouTube La Hila Band.

Kata La Hila diangkat dari kisah seorang puteri yang hilang di tanah Donggo, Bima. Dengan nama ini diharapkan sejarah dan berbagai kebudayaan di Bima dapat diketahui banyak orang. Selain itu, musik yang dimainkan juga dapat dinikmati, baik oleh warga Bima maupun Indonesia pada umumnya.

“Kita ingin member tahu bahwa di Timur sana ada Bima yang ada di Pulau Sumbawa. Jadi NTB itu bukan hanya Lombok, tapi juga Sumbawa dan Bima,” ujarnya.

Beberapa judul lagu yang sudah seringkali dibawakan saat manggung, di antaranya Cerita Cinta, Indahnya Bima Kita, Takkan Terganti (Rumahku), Puteri Yang Hilang, Sinci Ma Ncewi, Lembo Ade, Sapa Mati Ma Lingi, Cengga Ade dan masih banyak lainnya.

Band ini juga kerapkali manggung bersama band-band terkenal lainnya. Seperti Seheila On 7, Payung Teduh dan banyak lainnya. Sederet prestasi juga ditorehkan dengan memenangkan sejumlah lomba musik. “Kita berharap musik kita ini bisa diterima dengan baik oleh pendengar, baik yang dari Bima, NTB pada umumnya atau Indonesia secara luas,” harapnya. (lin)