Hari Pertama Dibuka, 1.607 Orang Mendaki Rinjani

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 1.607 orang mendaki Rinjani pada pendakian pertama tahun 2018 ini. Dari jumlah itu, sebanyak 130 orang wisatawan mancanegara dan 1.477 orang wisatawan nusantara. Ini masih dalam kondisi normal, sebab jumlah kunjungannya masih berada di bawah angka 2.000 orang.

“Kondisi pendakian di hari pertama buka pada 1 April lalu terbilang normal. Ada 130 wisman yang datang. Salah satunya dari Thailand, kemarin sempat evakuasi karena mengalami cidera,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Sudiyono, di Mataram, Selasa, 3 April 2018.

Ia mengatakan bahwa setiap tahunnya memang selalu banyak wisatawan yang mendaki pada hari pertama pendakian dibuka. Bedanya saat ini sudah dilakukan pula pembenahan di beberapa pos pendakian. Salah satunya berupa pembenahan MCK. Sebab hal ini juga dinilai sangat penting. Pada pendaki dan porter diharapkan dapat menggunakan MCK dengan baik. Sehingga Rinjani menjadi terlihat lebih bersih.

Baca juga:  Transportasi Alternatif Menikmati Rinjani, Pembangunan Kereta Gantung Ditarget Tuntas 2021

“Kita sudah benahi juga, termasuk jalur pendakian. Selain itu MCK nya juga sudah kita perbaiki dan lengkapi di beberapa pos pendakian. Termasuk juga MCK yang ada di Danau Segara Anak,” ujarnya.

Pada saat pemeliharaan, pihaknya juga telah melakukan pelatihan kepada 100 lebih porter dan guide yang ada di Sembalun dan Senaru. Pelatihan itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas pada porter dan guide yang akan melayani wisatawan. Selain itu, mereka juga dilatih untuk menjaga kebersihan. Sehingga volume sampah di Rinjani menjadi berkurang.

“Kita sudah latih juga bagaimana agar mereka menjaga kebersihan. Mereka juga mengedukasi para wisatawan untuk membawa kembali sampahnya. Kita harapkan persoalan sampah ini juga bisa teratasi,” harapnya.

Baca juga:  Mulai 1 Januari, Pendakian Rinjani Ditutup Tiga Bulan

Pihaknya juga akan melakukan aksi bersih sampah di Rinjani selama dua kali dalam sebulan. Sehingga wisatawan atau pendaki tidak harus terganggu dengan sampah-sampah seperti yang terjadi sebelumnya. Apalagi saat ini Rinjani sudah ditetapkan sebagai salah satu geopark dunia. Sehingga kebersihan itu menjadi hal utama yang harus dijaga.

“Kita sudah bekerjasama dengan berbagai pihak, termasuk Dispar, TNI, masyarakat dan komunitas pencinta alam untuk melakukan aksi bersih paling tidak sebulan itu dua kali. Kita harapkan kesadaran dari wisatawan juga untuk membawa kembali sampahnya,” ujarnya. (lin)