Wisatawan dan Warga Ramaikan Festival Pesona Bau Nyale

0
20

Praya (Suara NTB) – Puncak perayaan Festival Pesona Bau Nyale 2018 dilakukan Selasa malam, 6 Maret 2018. Pagelaran festival yang diangkat dari tradisi masyarakat Lombok ini dipusatkan di Pantai Seger, Kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika. Banyak wisatawan dan warga sekitar yang ikut meramaikan puncak kegiatan Bau Nyale itu.

Pemda NTB dan Pemkab Lombok Tengah bersama-sama menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pariwisata yang menjadikan Festival Pesona Bau Nyale sebagai kalender event pariwisata nasional.

Sekretaris Daerah Pemprov NTB Dr. H. Rosiady H. Sayuti mengatakan, masuknya Festival Pesona Bau Nyale ke dalam kalender event pariwisata nasional membuat gaung dari festival ini semakin tersiar hingga ke nasional dan juga internasional.

“Mudah-mudahan kerjasama yang baik, festival ini akan lebih banyak lagi menarik minat pengunjung. Tidak hanya dari nasional tapi dari internasional juga,” ujar Rosiady di Pantai Seger, Selasa malam, 6 Maret 2018.

Hal serupa juga diucapkan Kepala Dinas Pariwisata NTB H. L. Muhammad Faozal, S. Sos., M. Si. Menurut Faozal, Festival Pesona Bau Nyale menjadi salah satu magnet bagi wisatawan untuk datang ke Lombok.

“Kita sudah menggelar 12 event yang menjadi rangkaian Festival Pesona Bau Nyale, dan alhamdulillah seluruh rangkaian berjalan dengan baik,” ujar Faozal.

Festival Pesona Bau Nyale memang menghadirkan ragam agenda menarik. Seperti ajang seni tarung yang dikenal dengan peresean yang digelar di tepi Pantai Kuta pada 1-5 Maret dan juga Mandalika Fashion Carnival yang diselenggarakan di Praya, Lombok Tengah pada 5 Maret.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri menyampaikan, agenda tradisi seperti ini harus tetap dilestarikan. Menurut Pathul, event yang menjadi tradisi masyarakat Lombok ini terbukti menarik minat para wisatawan dan menjadi ajang berkumpul masyarakat.

“Dengan Bau Nyale kita ajak masyarakat untuk merekatkan persatuan dalam membangun daerah, dan juga menjaga budaya serta tradisi kita,” kata Pathul.

Pada saat acara, banyak pengunjung yang berusaha untuk bisa menangkap nyale tersebut. Tak hanya memadati areal di sekitar panggung utama, masyarakat dan wisatawan juga mengisi ruang-ruang yang ada di areal perbukitan

Banyak dari pengunjung yang sudah mempersiapkan alat untuk menangkap nyale untuk kemudian dikonsumsi. Adapula yang membawa pulang. Sebagian warga percaya bahwa jelmaan Puteri Mandalika ini dapat membuat badan menjadi sehat dan bugar. (lin)