Banyak Warga Sudah “Bau Nyale”

Mataram (Suara NTB) –Selasa pagi, 6 Februari 2018, sudah banyak warga yang melakukan ritual Bau Nyale. Seharusnya Bau Nyale hanya dapat dilakukan pada tanggal yang sudah ditetapkan berdasarkan ritual Sangkep Warige.

Hal ini tentu saja mengundang banyak pertanyaan, apakah pada puncak acara nanti akan tetap ada Nyale yang keluar.

“Itu kan hanya Allah yang tahu. Tetapi tentu saja ini sudah diantisipasi, makanya Bau Nyale ini bertajuk Bulan Pesona Bau Nyale. Karena nyalenya diperkirakan akan tetap ada dalam sebulan ini,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah Lalu Putria, di Mataram, Selasa, 6 Februari 2018.

Ia mengatakan bahwa warga harusnya lebih mengedepankan isyarat yang diberikan oleh Puteri Mandalika. Yaitu datang ke pantai dan melakukan Bau Nyale pada tanggal 20 bulan 10 kalender Sasak. Namun saat ini sudah banyak warga yang melakukan Bau Nyale meskipun belum sampai pada tanggal yang diisyaratkan.

“Itu sudah ada isyarat dari Puteri Mandalika. Jadi sebaiknya kita ikuti dan melakukan Bau Nyale pada tanggal 20 bulan 10, bukan pada tanggal 16 atau tanggal lainnya,” ujarnya.

Kendati demikian, pihaknya tidak melarang siapapun untuk menangkap Nyale. Ia melihat ini sebagai anugerah dan warga patut untuk berbahagia. Sebab kemunculan Nyale ini dipercaya dapat membawa kebaikan.

“Kalau sudah muncul sekarang ya bagus. Lihat saja orang-orang yang menangkap Nyale pasti bahagia. Ini kan jadinya kita diberikan kebahagiaan lebih banyak,” ujarnya.

Sementara itu, puncak perayaan Bau Nyale akan dilaksanakan pada 6-7 Maret mendatang. Nyale yang sudah ke luar saat ini disebut sebagai Nyale Tunggak (awal), sementara pada puncak acara nanti disebut sabagai Nyale Poto (akhir).

“Itu kan nyale bekedek (main-main). Yang jelas rangkaian acara Bau Nyale ini tetap akan kita lakukan,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa hal ini sudah diketahui oleh para pemangku adat. Oleh sebab itu, Bau Nyale tahun ini bertajuk Bulan Pesona Bau Nyale. Sebab salama sebulan ini akan selalu ada Nyale yang muncul. Namun kemunculan terbanyak diprediksi akan terjadi pada 6-7 Maret nanti. (lin)