Ratusan Kesenian Asli NTB Perlu Dilestarikan

Mataram (Suara NTB) – Provinsi NTB memiliki banyak kesenian, baik yang sudah terdaftar maupun yang belum. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB saat ini telah menginventarisir setidaknya 315 kesenian tradisional.

Semuanya telah didaftarkan secara legal dan mendapatkan pengakuan resmi. Untuk semua kesenian itu, Kota Mataram sebagai daerah dengan jumlah kesenian tradisional terbanyak.

Kepala Dinas Pariwisata NTB H. L. Muhammad Faozal sebelumnya mengatakan bahwa sanggar-sanggar itu masih perlu diperkuat dalam hal manajemennya. Sehingga keberadaan sanggar-sanggar ini dapat terekspos dan dapat dilihat oleh masyarakat maupun wisatawan. Sehingga keberadaannya tetap eksis meskipun saat ini sedang berkembang kesenian modern di kalangan generasi muda.

Sanggar kesenian tradisional terbanyak berada di Kota Mataram sebanyak 78 sanggar. Kemudian Lombok Tengah dan Lombok Barat masing-masing 46 dan 41 sanggar. Sumbawa dan Bima masing-masing 44 dan 29 sanggar. Lombok Timur dan Lombok Utara masing-masing sebanyak 22 dan 14 sanggar. Sumbawa Barat dan Dompu masing-masing sebanyak 15 dan 18 sanggar. Sementara daerah dengan jumlah sanggar paling sedikit adalah Kota Bima sebanyak 8 sanggar.

Kesenian itu beragam seperti tari, teater, musik dan lain-lain. Beberapa diantaranya seperti jangger, gendang belek, lawas, cilokak, rudat, dan lain sebagainya.

Meskipun kesenian yang terdaftar terbilang cukup banyak, namun tidak semua eksis dalam pementasan. Pengisi acara kesenian cenderung dari sanggar yang sama. Padahal jika dilihat NTB memiliki banyak sekali sanggar dan kreativitas kesenian yang bisa dipamerkan.

Belum diketahui jumlah 315 itu akan bertambah atau tidak. Sebab diperkirakan masih banyak sanggar-sanggar seni yang belum didaftarkan. Kesenian ini juga bisa menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung.

Sebab, bisa jadi kesenian asli seperti yang dimiliki NTB tidak ada di daerah atau negaranya. Sehingga semua kesenian yang dimiliki NTB perlu dilestarikan. Sehingga kesenian ini dapat terus dinikmati sebagai salah satu warisan bagi generasi muda. (lin)