Nostalgia Menikmati Kepundung dan Renggaq di Hutan Sesaot

0
190

Mataram (suarantb.com) – Berwisata ke kawasan hutan Sesaot mungkin bukan sesuatu yang baru bagi masyarakat Lombok. Lokasi yang tidak terlalu jauh dari pusat Kota Mataram, keindahan hutan Sesaot dan sejuknya kolam pemandian alami Aik Nyet menjadi magnet bagi pengunjung. Mereka berbondong-bondong menghabiskan air pekan disana.

Memasuki kawasan wisata Sesaot, pengunjung akan langsung disuguhi pemandangan hutan dengan pepohonan tinggi menjulang. Pengunjung yang terbiasa menikmati suasana kota Mataram yang panas, akan sangat menikmati kesejukan di hutan Sesaot. Apalagi jika berkunjung di pagi hari, saat pengunjung masih sepi.

 

Buah Menteng atau Kepundung

Walaupun pemandangan hutan ini indah, perlu trik tertentu untuk bisa mengambil gambar dengan bagus. Dikarenakan banyak warung yang dibuka warga sekitar tersebar di tengah hutan. Bisa juga mengambil foto saat berada jalan batu atau tangga kayu yang telah dibuat dengan rapi di sekitar hutan. Sayangnya, banyak dari tangga kayu tersebut yang telah patah dan rusak. Sehingga sedikit berbahaya bagi pengunjung jika tak berhati-hati saat melaluinya.

Jika ingin menikmati sejuknya air pemandian Aik Nyet, pengunjung hanya perlu berjalan sekitar satu kilometer. Dan siap-siap disambut oleh kolam dan sungai berair jernih. Ditambah dengan pancuran di beberapa titik yang dipercaya warga bisa menjadi terapi penyembuh pegal-pegal di badan.

Namun, pada kunjungan ke Sesaot kali ini, Minggu, 15 Januari 2017, suarantb.com beruntung menemukan buah Kepundung dan Renggaq. Dua buah ini tentunya tidak asing bagi masyarakat Sasak. Melihatnya saja akan membangkitkan nostalgia masa kanak-kanak. Karena kedua buah ini sangat banyak ditemui pada masa kanak-kanak. Dan mulai jarang ditemui sekarang ini, terutama bagi masyarakat yang berdomisili di Kota Mataram.

  Air Terjun Tiu Pupus, Pilihan Destinasi Selain Gili

 

Buah Wresah atau Renggak

Salah seorang pedagang, Nur mengaku baru mendapatkan stok buah Renggaq dan Kepundung pagi harinya. “Saya beli dari penjual di Pasar Ndut. Tapi di pasar lain juga sudah ada, karena sudah musimnya,” ucapnya.

Jadi aktivitas lain yang bisa dilakukan jika berkunjung ke Sesaot di hari-hari ini adalah menikmati pemandangan hutan Sesaot sembari bernostalgia menikmati buah Kepundung dan Renggaq. Buah yang tak mahal memang, namun hanya melihatnya saja menimbulkan kerinduan untuk menyantapnya. Cukup dengan membayar seharga Rp 5000 untuk satu plastik kecil buah Renggaq dan Rp 5000 untuk satu mika kecil buah Kepundung.

Salah seorang pengunjung asal Sumbawa, Aris juga tertarik mencoba buah Kepundung dan Renggaq. “Ini ndak ada di daerah saya. Wah, rasanya enak ini,” katanya usai mencicipi keduanya. Ia pun langsung membeli Kepundung dan Renggaq untuk dinikmati bersama rekan-rekannya.

Anda warga Mataram merindukan rasa asam manis buah Kepundung dan Renggaq? Mengunjungi hutan Sesaot bisa menjadi pilihan yang tepat. Karena nostalgia akan terasa lebih nikmat dengan pemandangan alam yang indah tentunya. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here