Rinjani Geopark Dunia, Tambora Lolos Jadi Geopark Nasional

Mataram (Suara NTB) – Secara de facto, Rinjani sudah menjadi geopark dunia. Kepastian itu setelah Rinjani ditunjuk sebagai tuan rumah simposium Asia Pacific Geoparks Network (APGN) pada 2018 mendatang. Sementara itu,  Gunung Tambora juga akan ditetapkan menjadi geopark nasional pada 24  November 2017.

“Secara resmi kita belum menerima suratnya. Tetapi secara de facto dengan ditunjuknya Rinjani sebagai tuan rumah simposium APGN,  itu sesungguhnya adalah pengakuan bahwa Rinjani sudah siap, sudah menjadi geopark dunia,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda NTB), Ir. H. Ridwan Syah, MM, M.Sc, M.TP dikonfirmasi Suara NTB, Senin, 20 November 2017 kemarin.

Ia mengatakan secara de facto Rinjani sudah menjadi geopark dunia. Namun secara de jure masih belum. Rencananya, pengumuman Rinjani menjadi geopark dunia pada Januari 2018 mendatang. Penyerahan sertifikat Rinjani sebagai geopark dunia akan dilakukan di Italia pada 2018 mendatang.

“Seluruh rekomendasi yang diminta sudah kita

penuhi. Dan kita ditunjuk sebagai tuan rumah simposium APGN. Tahun depan akan diserahkan di Italia. Tapi pengumumannya Januari,” katanya.

Sementara itu, untuk Taman Nasional Gunung Tambora  akan resmi menjadi geopark nasional pada 24 November mendatang. Pemerintah pusat secara resmi akan menyerahkan sertifikat Tambora sebagai geopark nasional di Bangka Belitung bersamaan dengan acara Festival Geopark Indonesia.

Ridwan mengatakan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi telah diundang menerima sertifikat tambora sebagai geopark nasional. Ridwan menyebutkan dari lima calon geopark nasional yang diusulkan pemerintah daerah di Indonesia, Cuma tiga yang lolos menjadi geopark nasional.

Yakni geopark nasional Raja Ampat Papua Barat, Geopark Belitung dan  Geopark Tambora. Dikatakan, satu tahun setelah menjadi geopark nasional, Tambora akan diusulkan menjadi geopark dunia.

“Target kita Tambora menjadi geopark dunia pada 2019/2020. Kita benahi dulu semua persyaratan seperti Rinjani kemarin. Kita sudah punya pengalaman,” tandas General Manager Geopark Tambora ini. (nas)