Meski Mahal, Pelaku Pariwisata Tetap Ajak Tamu ke Pantai Pink

Mataram (Suara NTB) – Belum lama ini terdapat protes dari wisatawan yang menganggap bahwa tarif masuk Pantai Pink terbilang mahal. Namun para pelaku pariwisata tetap mengajak wisatawan untuk berkunjung ke Pantai Pink, karena itu memang menjadi tujuan utama wisatawan. Sehingga pelaku pariwisata tidak memiliki pilihan lain, selain memenuhi permintaan tamunya.

“Kita kan penyedia jasa, mereka mau diantar ke mana ya kita antar. Jadi soal tarif itu memang terbilang mahal. Apalagi tamu saya banyak yang wisatawan asing, tapi mau bagaimana lagi. Saya harus tetap mengantar tamu saya,” kata pelaku pariwisata asal Lombok Barat Muhammad Zainuddin kepada Suara NTB, di Mataram, Selasa, 3 Oktober 2017.

Ia mengaku terpaksa harus mengantar tamunya ke Pantai Pink meskipun harga tiket masuknya lebih mahal dari destinasi yang lain. Untuk wisatawan asing biaya masuknya Rp 50 ribu dan untuk wisatawan nusantara Rp 10 ribu. Meski terbilang kecil bagi wisatawan asing, namun ini cukup mahal jika dibandingkan dengan destinasi lain, misalnya Bali.

Baca juga:  Catatan Pariwisata 2019, Awal Kebangkitan Pariwisata NTB

“Mereka jadi membandingkan tentang fasilitas yang didapatkan saat berkunjung ke Pantai Pink dan beberapa pantai di Bali. Mereka melihat Bali lebih murah dibandingkan berkunjung ke Lombok. Sebab di Bali, harga tiket masuk berbanding lurus dengan fasilitas yang bisa didapatkan,” ujarnya.

Ia melihat fasilitas yang ditawarkan di Pantai Pink tidak sebaik yang ada di Bali dengan harga tiket masuk yang lebih murah. Semestinya semakin tinggi retribusi yang diambil, semakin baik pula pelayanan dan fasilitas yang diberikan.

Baca juga:  E-Ticketing Diluncurkan, Wagub dan Bupati Minta PAD Ditarik Online

“Saya pikir kita semua perlu melakukan evaluasi. Jangan hanya karena Pantai Pink ini banyak yang suka, lantas membuat kita semena-mena menetapkan harga. Lambat laun bisa saja ditinggalkan. Karena wisatawan juga masih memiliki banyak referensi tempat berlibur lainnya,” ujarnya.

Ia berharap ke depannya Pemda dapat mengambil tindakan yang lebih baik dan tidak merugikan banyak pihak. Termasuk pelaku pariwisata dan wisatawan. Sebab mereka akan menjual dan mempromosikan Lombok dan Pantai Pink pada khususnya sebagai destinasi yang patut untuk dikunujungi wisatawan yang berkunjung ke Lombok. (lin)