Mengenang Ampenan Tempo Dulu Lewat Pertunjukan Teater ‘Hari Tua, Ampenan Kita’

Advertisement

Mataram (suarantb.com) – Bagi warga Kota Mataram, yang lahir dan besar di kota yang genap berusia 24 tahun ini tentu tidak asing dengan Ampenan. Memutar waktu belasan tahun silam, Ampenan menjadi primadona pariwisata lokal dengan pantai dan pasarnya, disebut Pasar ACC.

Atas dorongan mengulang kenangan Ampenan tempo dulu, sekelompok seniman teater yang tergabung dalam Keluarga Teater Malindo menggelar pentas berjudul ‘Hari Tua, Ampenan Kita’. Dipentaskan di Taman Budaya NTB, proyek kerja dari SFNlabs, Komunitas Akarpohon, Mawja Seni (Malaysia), Teater Insomnia, dan Teater TeRENG ini berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 2-3 September 2017.

“Kita menampilkan “Hari Tua, Ampenan Kita” sebagai suatu tanggapan kritis atas gerak perubahan yang memanipulasi ingatan. Dengan konsep omnibus, tiga panel kisahan, yaitu Rambut Merah Ida, Kristik, dan Kota Dalam Baskom, saling silang membentuk rajutan teks, rupa, gerak, dan bunyi dalam satu pertunjukan. Menggambarkan percampuran budaya dan sifat Kota Tua Ampenan,” jelas salah satu sutradara pentas ini, Ahmad Saleh Tabibudin, Minggu, 3 September 2017.

Ada tiga Sutradara yang menggarap tiga panel pertunjukan tersebut, Ahmad saleh Tabibuddin untuk panel Kota Dalam Baskom, Indra Saputra Lesmana panel Kristik dan Mohammad Harith Masri untuk panel Rambut Merah Ida. Pertunjukan ini juga diakui Saleh, diilhami dari fragmen puisi buku karya terbaru Kiki Sulistyo berjudul ‘Di Ampenan Apa Lagi Yang Kau Cari’.

Ditanya tentang tujuan diselenggarakannya pentas tersebut, Saleh mengakui sebagai seniman teater pertunjukan ini menjadi suatu bentuk inovasi. “Kita ingin melakukan inovasi dalam bentuk pertunjukan teater. Dengan cara membuat pola baru, baik dalam penggarapan nya maupun penyajiannya di atas panggung,” ucapnya.

“Ya semoga penonton juga bisa mengambil sesuatu dan berpikir tentang perubahan yang terjadi di Kota Ampenan. Mengenang kembali Ampenan yang dulu,” tambahnya.

Salah seorang penonton, Alfian mengaku terhibur dengan pertunjukan tersebut. Terlebih konsep acara yang menceritakan Ampenan tempo dulu memberi pengetahuan baru tentang sejarah Ampenan. “Acara yang sarat makna, menceritakan sejarah melalui sebuah pertunjukan. Tidak hanya menghibur, tapi memberikan pendidikan sejarah juga bagi masyarakat Mataram yang tidak pernah tau sejarah Kota Tua Ampenan,” pujinya. (ros)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.