Kisah Gitaris Lombok Akbar Saptoajie, Nyaris Batal Jadi Jawara IFF Indonesia 2017

Advertisement

Mataram (suarantb.com) – Gitaris muda asal Mataram, Lombok, Akbar Saptoajie, peraih juara 1 di ajang Ibanez Flying Fingers (IFF) Indonesia 2017 memiliki kesan mendalam soal keikutsertaannya di ajang kontes gitar bergengsi tersebut.

Dalam sebuah wawancara singkat dengan suarantb.com, Ajie menuturkan bagaimana ia nyaris absen di ajang ini. Namun, keberuntungan menaunginya karena ia akhirnya memutuskan untuk ikut dan terpilih sebagai yang terbaik di ajang ini.

Keberuntungannya menjadi berganda karena yang menjadi juri utama adalah justru gitaris idolanya sejak kecil, Paul Gilbert. Paul Gilbert tak lain merupakan salah seorang gitaris legendaris pendiri band Mr. Big.

Menurut Akbar, ia sebenarnya sudah berniat ikut kontes gitar yang diselenggarakan Ibanez ini sejak edisi pertama. Hanya saja, karena berbagai halangan, niatannya ini baru kesampaian sekarang. Malahan, Ajie nyaris batal ikut karena ia baru memastikan keikutsertaan pada hari terakhir.

“Saya memang pingin ikut event Ibanez ini di edisi pertama. Cuma karena berbagai halangan baru kesampaian sekarang. Itupun baru fixed di hari terakhir mau ikutannya,” ujar Ajie melalui aplikasi WhatsApp-nya.

“Dan yang bikin saya ngerasa beruntung, saya pas ikut, kebetulan jurinya (Paul Gilbert) gitaris idola saya,” imbuhnya lagi.

Pemuda kelahiran Mataram, 24 November 1990 ini juga mengisahkan bagaimana ia mengenal gitar. “Saya belajar gitar dari kelas 5 SD. Awalnya karena diajak belajar sama kakak. Cuma belum terlalu tertarik awalnya. Tapi setelah denger Mr. Big saya mulai tertarik, terutama karena saya ngefans sama Paul Gilbert yang kebetulan juri IFF sekarang,” tuturnya.

Selain Paul Gilbert, Ajie mengaku ada sejumlah gitaris lain yang ia jadikan referensi dalam bermusik. Mereka antara lain, Andy Timmons, Guthrie Govan, Plini dan Joe Satriani.

Ajie mengaku ia mulai serius menekuni gitar saat memasuki jenjang SMA. Kala itu, Ajie meluangkan hampir sebagian besar waktunya di luar sekolah untuk bermain gitar. Ia bahkan memasang target latihan rutin untuk mengasah teknik bergitarnya.

“Biasanya sehabis pulang sekolah, sampai magrib kerjaannya main gitar aja mas. Kalau masih kuat, malemnya lanjut lagi main gitar,” tuturnya. (aan)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.