Jelang Lebaran Topat, Pedagang Bungkus Ketupat Marak di Pasar Kebon Roek

Mataram (suarantb.com) – Jelang lebaran topat, Pasar Kebon Roek Ampenan Kota Mataram dibanjiri pedagang bungkus ketupat, Jumat, 30 Juni 2017. Hampir setiap sudut pasar dihiasi para pedagang bungkus ketupat. Para pembeli silih berganti menawar bungkus ketupat  tersebut.

Tradisi lebaran topat akan digelar Minggu lusa. Sejak hari ini, masyarakat sudah mulai menyiapkan bahan untuk membuat ketupat. Seperti tahun sebelumnya, menjelang lebaran topat,  bermunculan pedagang musiman yang menjajakan bungkus ketupat. Ketupat  setengah jadi memudahkan karena tinggal dimasukkan beras.

Salah seorang penjual bungkus ketupat, Idayati (37) mengaku berjualan sejak hari ini. Perempuan asal Batu Layar Kecamatan Gunung Sari Lombok Barat itu akan berjualan hingga Sabtu beok. Hari ini saja tidak kurang dari 1000 bungkus ketupat dibuat untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Harga yang ditawarkan  Rp 4.000 per 10 bungkus  ketupat. Ia mengatakan para pembeli cukup banyak.

“Ini kan mau lebaran topat, Tradisi Lombok. Jadi saya jual bungkus ketupat,” ujarnya.

Ida memang bukan pedagang asli Pasar Kebon Roek. Ia hanya berjualan bungkus ketupat menjelang lebaran topat saja. Selain itu, ia  juga berjualan bungkus bantal. Berbeda dengan bungkus ketupat yang dibuat dengan daun kelapa, ia  membuat bungkus bantal dari daun aren.

Lain dengan Ida, Inaq Had yang sehari-hari berjualan rempah-rempah tak mau ketinggalan. Mengetahui dekatnya lebaran topat, ia memutuskan menambah dagangannya dengan menjual bungkus ketupat. Tak tanggung-tanggung 3.000 bungkus ketupat  disiapkan untuk dijual. Ia mematok harga  Rp 5.000 per 10 bungkus.

“Sebelumnya sudah biasa jualan di sini. Ini saya jual rempah-rempah,” ujarnya.

Meski lebaran topat sudah dekat, ia mengaku pembeli  kurang ramai. Menurutnya,  pembeli bungkus ketupat tahun lalu lebih ramai dibandingkan sekarang. Meski demikian, ia mengaku mendapat keuntungan dengan berjualan bungkus ketupat.

Salah seorang pembeli, Ati mengaku membeli Topat setengah jadi karena tidak bisa membuat topat sendiri. Menurutnya, membuat topat itu cukup rumit. Butuh ketelatenan untuk dapat membuatnya.”Saya ndak bisa bikin makanya beli,” ujarnya.

Senada dengan Ati, pembeli lainnya Rehanah juga mengaku tidak bisa membuat bungkus ketupat. Ia sudah biasa membeli bungkus ketupat menjelang lebaran topat. Ia merasa cukup terbantu dengan adanya penjual bungkus ketupat. Karena tak perlu repot-repot membuatnya. Ia tinggal mengisi dengan beras dan memasaknya.

Bagi pembeli yang sudah mahir membuat bungkus ketupat, mereka hanya membeli daun kelapa yang masih utuh. Salah seorang penjual, Muniar menyediakan daun kelapa hingga tiga ikat besar. Ia menjual daun kelapa seharga Rp 3.000 per 10 lembar. Muniar mengaku membawa langsung daun kelapa dari rumahnya di Batu Layar.”Ya hari ini mulai jualan sampai besok,” pungkasnya. (bur)