Noah akan Ramaikan Perayaan Bau Nyale

Praya (Suara NTB) – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lombok Tengah (Loteng) telah menginventarisir perayaan Bau Nyale tahun ini, bakal digelar di belasan lokasi berbeda. Tersebar di sepanjang pantai Loteng bagian selatan. Hanya saja, untuk pusat perayaannya tetap akan digelar di Pantai Seger Kute.

Demikian ditegaskan Kepala Disparbud Loteng, H.L. Putrie, kepada wartawan, di kantor Bupati Loteng, Selasa, 24 Januari 2017 kemarin.

“Sudah kita lakukan inventarisir, ada 17 titik lokasi perayan Bau Nyale di Loteng pada tahun ini,” sebutnya. Dengan pusat keramaiannya tetap di Pantai Seger pada tanggal 16-17 Februari mendatang. Termasuk juga akan ada konsentrasi masyarakat di kawasan Pantai Selong Belanak.

Dikatakannya, banyaknya titik lokasi perayaan Bau Nyale ini dikarenakan hampir di sepanjang pantai Loteng bagian selatan, ada ditemukan Nyale (cacing laut). Yang merupakan simbol perayan Bau Nyale. Masyarakat setempat juga memiliki cara tersendiri untuk merayakan event Bau Nyale tersebut. Sehingga lokasi perayaan tersebar.
Khusus untuk perayaan Bau Nyale dikawasan Pantai Selong Belanak, pihaknya sudah menyiapkan program pendukung berupa hiburan dan perlombaan.

Sementara untuk perayaan Bau Nyale di Pantai Seger, sebagai pusat perayaan jelas akan semaksimal mungkin digelar. Sejumlah program pendukung telah dipersiapkan. Baik itu pra acara, puncak maupun pasca acara. Dengan begitu, perayaan Bau Nyale tahun ini bisa benar-benar semarak.

Disinggung hiburan yang akan ditampilan pada malam puncak perayaan, Putrie menjelaskan, selain kesenian tradisional juga akan ada penampilan grup band ibu kota. “Saat ini tengah ada pembicaraan dengan grup band Noah, supaya bisa tampil pada malam puncak perayaan Bau Nyale tahun ini,” tandasnya.

Harapannya, dengan kehadiran grup band tersebut perayaan Bau Nyale kali ini bisa benar-benar semarak. Sehingga bisa memberikan kesan yang berbeda kepada masyarakat, pengunjung perayaan Bau Nyale. Meski demikian, kesan tradisional tetap akan lebih ditonjolkan. Karena hiburan modern tersebut hanya sebagai penambah kesemarakan saja. (kir)