Menembus Jalan Terjal dan Berbatu ke Gunung Sasak

Mataram (suarantb.com) – Gunung Sasak belum terlalu populer di kalangan wisatawan baik lokal, domestik, dan asing. Nama Gunung Sasak sebagai objek wisata baru dikenal hanya di kalangan wisatawan lokal. Gunung Sasak ini semacam bukit yang bisa ditembus dengan menggunakan sepeda motor sampai puncaknya.

Jalan menuju bukit ini tak terlalu terjal seperti bukit-bukit lainnya, sebut saja Bukit Pegasingan di Sembalun yang hanya bisa ditempuh dengan mendaki. Namun jalan yang kondisinya rusak dan berbatu mengharuskan wisatawan berhati-hati dan menggunakan alat pengaman yang lengkap seperti helm. Tak hanya motor trail, motor jenis matic atau manual juga bisa menembus jalanan ke bukit ini.

Jalan yang rusak menuju Gunung Sasak

Gunung Sasak berada di Desa Kuripan Selatan, Kecamatan Kuripan, Lombok Barat (Lobar). Setelah menembus jalan berbatu dan terjal, wisatawan bisa memarkirkan kendaraannya di dekat sebuah monumen. Di dekat monumen tersebut juga tersedia bangku dari kayu yang dibuat cukup sederhana.

Baca juga:  Ekowisata Tanjung Batu, Sajikan Beragam Sensasi Bagi Pengunjung

Dari monumen tersebut, wisatawan bisa berjalan ke bukit yang lebih tinggi lagi. Dari atas bukit tersebut, kita akan disuguhkan pemandangan luar biasa.

Pemandangan sebagian wilayah Lombok Barat dari atas Gunung Sasak

Dari sana, wisatawan bisa menyaksikan sebagian wilayah Lombok Barat dan Kota Mataram. Bahkan kubah dan menara Islamic Center yang ada di Kota Mataram tampak berkilauan dengan warga kuning cerah.

Di atas bukit tersebut, terdapat dua rumah pohon. Menurut Dede Aditya, warga Dusun Plabu, Desa Kuripan Selatan, rumah pohon dibangun kepala desa setempat. Rumah pohon ini menjadi tempat favorit wisatawan untuk berpose dan melihat pemandangan kota.

Baca juga:  Catatan Pariwisata 2019, Awal Kebangkitan Pariwisata NTB

“Rumah pohon ini mulai ada 2016. Dulu pernah ada, tapi kemudian dibuat lagi tahun 2016,” ujar Dede.

Ia mengatakan Gunung Sasak banyak didatangi wisatawan lokal. Tempat tersebut paling ramai dikunjungi pada Minggu pagi.

“Orang yang datang masih dari sekitar Lombok aja. Belum begitu terkenal. Orang-orang kadang promosi lewat Instagram, banyak yang tanya akhirnya pada datang ke sini,” ujar siswa kelas dua SMP ini.

Dede mengatakan di sekitar bukit tersebut cukup aman. Pengunjung juga tak perlu khawatir dengan motornya yang diparkir di sekitar monumen. Pengunjung hanya perlu membayar Rp 2 ribu untuk parkir.

Ia juga mengaku kerap main di Gunung Sasak dan berkemah pada akhir pekan bersama kawan-kawannya. (ynt)