Ada Kesenian Presean pada Festival Bau Nyale 2017

Mataram (Suara NTB) – Kesenian Presean merupakan salah satu kesenian yang masih dijaga hingga saat ini. Sehingga tidak jarang kesenian ini kerapkali ditampilkan pada kegiatan-kegiatan tertentu, terutama pada kegiatan budaya. Sementara itu pada Festival Pesona Bau Nyale tahun ini juga akan diadakan festival kesenian presean yang dapat diikuti oleh semua orang.

“Nanti akan ada kesenian Presean juga yang merupakan salah satu aktivitas event pada bau nyale tahun ini. Karena rangkaian kegiatan pada festival bau nyale ini akan dimulai pada 10 Februari mendatang hingga pada puncak acara,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB H.L.Moh.Faozal,.Sos.,M.Si, di Mataram, Jumat, 20 Januari 2017.

Festival Pesona Bau Nyale merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan di Kabupaten Lombok Tengah. Tahun ini, Bau Nyale akan diselenggarakan pada 16-17 Februari bertempat di Pantai Seger, Lombok Tengah. Event ini ditargetkan akan mendatangkan setidaknya 100 ribu wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Selain Presean, akan ada pula pemilihan Puteri Mandalika, clean up pantai dan masih banyak lainnya. Semua kegiatan itu akan dimulai pada 10 Februari dan berakhir pada puncak acara. Semua elemen masyarakat dilibatkan untuk turut menyukseskan acara tahunan tersebut.

“Dispar telah siapkan setidaknya delapan aktifitas event pada Festival Pesona Bau Nyale ini. Nanti Pemkab juga akan melengkapi dengan berbagai aktifitas event yang telah disediakan. Kami bersama Pemkab Loteng sudah melakukan persiapan, baik itu promosi maupun persiapan untuk aktifitas event,” ujarnya.

Dalam event ini juga sudah disiapkan semua hal, termasuk keamanan, sejumlah kegiatan bahkan anggaran. Setidaknya total anggaran yang akan digunakan dalam event ini mencapai Rp 1,05 miliar. Dengan rincian Rp 500 juta berasal dari APBN, Rp 200 juta berasal dari APBD Provinsi NTB dan Rp 350 juta dari APBD Kabupaten Lombok Tengah.

“Karena event ini berlangsung di salah satu destinasi prioritas Kementerian Pariwisata, maka kita dibantu anggaran sebanyak Rp 500 juta. Itu digunakan untuk promosi melalui media, digunakan pula untuk kelengkapan acara dan banyak lainnya. Begitupula anggaran yang berasal dari APBD. Kita semua berharap ini berjalan dengan baik,” kata Faozal. (lin)