Tentukan Waktu Pelaksanaan Bau Nyale, Loteng Gelar ‘’Sangkep Wariga’’

Praya (Suara NTB) – Sebanyak 15 pemuka adat di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Kamis hari ini dijadwalkan akan bertemu dalam Sangkep Wariga untuk menentukan waktu pelaksanaan puncak peraayaan event Bau Nyale tahun 2017 ini.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Loteng, H. L. Muh. Putria, kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu, 4 Januari 2017, menjelaskan, Sangkep Wariga merupakan rangkaian awal dari pelaksanan Bau Nyale. Karena pada saat itulah, akan ditentukan kapan Bau Nyale bakal digelar. Hasilnya akan menjadi patokan bagi masyarakat di daerah ini.

“Dalam perayaan Bau Nyale, Sangkep Wariga merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dari perayan Bau Nyale itu sendiri,”  tandasnya.

Baca juga:  Ribuan Pengunjung Saksikan Perang Topat di Pura Lingsar

Pada Sangke Wariga itu nantinya, seluruh pemuka adat Loteng akan hadir, terutama pemuka adat Loteng bagian selatan. Mengingat, Bau Nyale bukan murni tradisi masyarakat Loteng bagian selatan saja, tapi masyarakat Loteng secara umum, sehingga semua pemuka adat dari berbagai penjuru Loteng akan hadir.

“Untuk pelaksanaan Sangkep Wariga itu sendiri kita rencanakan langsung di kawasan Pantai Seger Kuta. Tempat puncak perayaan Bau Nyale tahun ini,” tambahnya.

Ia menjelaskan, Sangkep Wariga digelar karena penentuan puncak perayaan Bau Nyale tidak bisa sembarang. Harus melalui proses pembahasan cukup panjang guna menghasilkan waktu pelaksanaan yang benar-benar tepat. “Jadi ada hitung-hitungan sendiri dalam menentukan kapan Bau Nyale digelar,” tegas Putria.

Baca juga:  Ribuan Pengunjung Saksikan Perang Topat di Pura Lingsar

Hitungan ini harus benar-benar tepat dan akurat, karena kalau tidak tepat, maka itu bisa berpengaruh pada ketidaktepatan pelayaan Bau Nyale. Bisa-bisa nyale yang dicari yang merupakan poin utama perayaan Bau Nyale, tidak ditemukan.

Dalam melakukan perhitungan waktu pelaksanaan Bau Nyale, ujarnya, tidak sembarang. Banyak faktor yang menjdi dasar penentuan. Di antaranya, tanda-tanda alam dan hitungan bintang. Inilah yang kemudian membedakan Bau Nyale dengan event-event lainnya. “Bau Nyale biasanya digelar setiap tanggal 20 bulan 10 sesuai penanggalan Sasak. Inilah yang akan dihitung nanti,” tandasnya. (kir)