TNGR Sangsikan Pembangunan Kereta Gantung ke Rinjani

Mataram (suarantb.com) – Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, R. Agus Budi Santosa menyangsikan rencana pembangunan kereta gantung ke Rinjani yang saat ini tengah diwacanakan.

Kepada suarantb.com, Jumat, 30 Desember 2016, Agus Budi Santosa mengutarakan sejumlah pertimbangan yang membuat rencana ini sulit direalisasikan. “Masuk akal ndak dibangun di Rinjani? Lagian di Indonesia dimana sih ada kereta gantung?” ucapnya.

Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah memang memiliki punya lahan seluas 350 hektar di Desa Lantan. Sebanyak 175 hektar dari lahan tersebut dimohon oleh investor asal Cina untuk dikelola. Diperuntukkan untuk membangun hotel, apartemen dan salah satunya kereta gantung. Yang akan menjadi transportasi menuju Rinjani.

Baca juga:  Empat Kapal Pesiar Bawa Ribuan Wisatawan Singgah di Lombok

Jika dilihat dari sisi perizinan, pembangunan kereta gantung ini memang memungkinkan. Namun Agus menegaskan jalur yang dilalui harus sesuai dengan zonasi Rinjani. “Kalau dari sisi perizinan memang bisa dipakai. Tapi sekarang jalur yang dipakai cocok dengan zonasinya ndak,” tanyanya.

Jalur tersebut, dijelaskan Agus, tidak diperbolehkan berada di luar zona pemanfaatan. Bisa mencapai puncak, yang merupakan zona inti. Daerah bagian bawah gunung yang merupakan zona rimba jelas tidak boleh dilalui kereta gantung.

“Kalau mau bikin sampai ke puncak, memang ada orang bisa bikin sampai ke puncak? Uangnya sampeyan berapa? Ndak akan balik modalnya nanti,” lontarnya.

Disini, Agus membandingkan dengan kereta gantung yang ada di Ancol. Dengan jarak tempuh sekitar enam kilometer, pengunjung harus membayar Rp 68 ribu. Sementara jarak yang akan dilalui kereta gantung ini tentu lebih jauh dari itu. Secara otomatis harga yang harus dibayar pengunjung lebih mahal. Dan belum bisa dipastikan pengunjung Rinjani akan seramai Ancol.

Baca juga:  Empat Kapal Pesiar Bawa Ribuan Wisatawan Singgah di Lombok

“Ancol yang cuma enam kilometer saja harganya Rp 68 ribu. Itu pun pengunjungnya banyak sekali. Memang bisa dipastikan pengunjungnya Rinjani banyak?” ucapnya.

Menurut Agus masih ada hal-hal lain yang harus diprioritaskan diluar pembangunan kereta gantung. Terlebih jika keuntungan dari keberadaan kereta gantung tersebut tidak bisa dipastikan. Tentu akan timbul masalah nantinya. (ros)