Sensasi Segar Air Terjun Segenter

Giri Menang (Suara NTB) – Ada banyak pilihan jika ingin merasakan sensasi wisata di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pantai mungkin yang paling menyenangkan. Tapi jangan lupa, air terjun – air terjun di Lombok juga punya tawaran sensasi berbeda. Untuk air terjun yang satu ini, para penjelajah wisata Lombok perlu mencobanya.

Ini adalah, Air Terjun Segenter di Dusun Kumbi Desa Lembah Sempage, Kecamatan Narmada Lombok Barat. Dengan sensasi aliran air terjun berkecepatan sekitar 60 kilometer per jam, rasakan bagaimana punggung serasa dipijat oleh air yang jatuh. Walhasil, mandi di sini, tidak hanya soal kesegaran dinginnya air yang bersumber dari pegunungan Hutan Kumbi, tapi juga sensasi terjangan air terjun.

Akses jalan belum memadai menuju air terjun.

Akses jalan belum memadai menuju air terjun.

Air terjun Segenter memiliki karakteristik yang hampir sama dengan puluhan air terjun lainnya di Lombok. Yang sedikit berbeda, debit airnya mengalir dari puncak tebing yang terlihat membelah. Air Nampak mengalir dari celah batu yang terkikis puluhan bahkan ratusan tahun silam. Pada ujung tebing agak melebar, sehingga memungkinkan air jatuh ke dasar tebing berpijar.

Karakteristik air terjun Segenter ini yang rupanya disukai pengunjung, karena memberi pilihan saat mandi bisa bertahan agak lama di bawah terjangan air, tanpa harus takut terhempas. Namun di dasar tebing pendaratan air, pijakan bongkahan batu yang tidak beraturan mengharuskan pengunjung hati hati agar tidak terpeleset. Tapi ini tentu saja bagian dari tantangan melengkapi yang sensasinya.

Anak tangga menuju air terjun Segenter.

Anak tangga menuju air terjun Segenter.

Dhimas Pratama Sadim, salah seorang pengunjung, bahkan nekat berpijak pada sebuah batu ‘tumbuh’ setinggi dua meter, kemudian melompat ke kolam air alami di dasar air terjun. “Ajiiippp,” pekiknya girang setelah kepalanya timbul di permukaan riak air.

Juga, yang membuatnya berbeda, air terjun Segenter lengkap dengan kolam pemandian yang tentu saja terbentuk secara alami di dasar air terjun. Kolam berbentuk oval dengan diameter sekitar 7 – 10 meter menjadi tempat pemandian yang menyenangkan. Suhu air yang mencapai 10 derajat, sama dinginnya ketika pengunjung mandi di kolam taman Narmada. Kedalaman kolam terasa ketika semakin mendekati titik terjangan air.

Kolam bening yang sumber airnya dari air terjun.

Kolam bening yang sumber airnya dari air terjun.

Perjalanan menuju titik air terjun Segenter juga menghadirkan tantangan tersendiri. Setelah masuk ke Desa Pakuan, arahkan kendaran ke Desa Lembah Sempage. Terdapat gapura penunjuk arah menuju Dusun Kumbi, sekitar 15 menit melalui jalan pengerasan, tiba di pintu masuk kawasan Tanaman Hutan Rakyat (Tahura) Nuraksa, Desa Lembah Sempage. Dari gapura itu, harus ditempuh dengan waktu sekitar 30 menit.

Sepanjang jalan, bagian kiri kanan jalan ditumbuhi pepohonan hijau menyegarkan pandangan. Kondisi jalan dengan lebar empat meter berkerikil, sebagian berupa tanah, di beberapa titik terpaksa harus bertemu dengan kubangan lumpur. Kontur jalan yang memacu adrenalin bagi pengunjung yang menggunakan sepeda motor trail. Penduduk setempat pun menjadikan jalan ini sebagai akses utama keluar masuk kawasan Tahura untuk memetik hasil hutan. Nyaris semua sepeda motor penduduk menyesuaikan dengan kondisi jalan, rodanya menggunakan ban jenis trail.

Air terjun Segenter setinggi 20 meter.

Air terjun Segenter setinggi 20 meter.

Jali Islamudin, pengunjung lainnya, rupanya sudah mempersiapkan diri. Pemuda asal Kecamatan Soromandi Kabupaten Bima ini menggunakan sepeda motor Honda WIN 100, yang memang cocok untuk medan menantang. “Jadi ingat jalan di kampung halaman,” selorohnya.

Sampai di titik terakhir yang agak lapang, pengunjung sudah bisa mendengar sayup sayup deru air terjun, terdengar diantara kicauan satwa hutan. Pengelola air terjun menyiapkan sebuah gardu peristirahatan bagi pengunjung yang lelah. Kendaraan cukup ditambat di bawah pohon mahoni dan dijamin keamanannya. Atmosfer itu mulai terasa ketika melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki. Pengunjung harus melalui ribuan anak tangga yang menurun dan meliuk, dengan lebar hanya cukup untuk dua orang dewasa berpapasan. Tangga ini memang dibangun menyusuri dinding bukit untuk memudahkan pengunjung menuju lokasi air terjun, karena sebelumnya hanya berupa jalan setapak. Sampai akhirnya di jalan agak mendatar dan pandangan menakjubkan terlihat.

Menurut Adi Prodem, salah seorang pengunjung, Segenter menyajikan pemandangan berbeda. Ia melihat gugus hutan hijau dibelah aliran sungai yang terdengar gemercik di antara celah batu. “Paling asyik ketika kabut menyelimuti hutan di atas sungai,” tutur alumni Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Muhammadiyah Mataram ini, yang mengaku selalu ingin kembali berkunjung ke sana.

Sebelum sampai ke air terjun, pengunjung harus ekstra hati – hati saat melewati sungai yang terdapat banyak bongkahan batu berbagai ukuran. Sebelum tiba ke kolam utama, pengunjung bisa menenangkan hati sejenak setelah melihat kubangan air sebening kaca. Saking jernihnya, ada keinginan untuk meneguk, sekedar menghapus dahaga setelah menuruni anak tangga. Dan sampailah pada spot tujuan, Air Terjun Segenter. Air terjun berpijar, dilengkapi kolam pemandian yang segar, menjadi garansi bagi Anda yang pernah kesana untuk datang kembali.

Barangkali inilah bagian dari kekaguman para personel band punk rock asal Bali, Superman Is Dead (SID), sehingga menciptakan lagu “Jadilah Legenda”. Dalam liriknya, mereka memuji kekayaan dan keindahan alam Indonesia yang tak terkalahkan, tak terbantahkan. Sehingga menjadi alasan setiap mahluk yang hidup di Indonesia untuk bangga berpijak dibumi tropis ini. (ars)