Golden Palace Hotel Lombok Adakan “Halloween Party”

Advertisement

Mataram (suarantb.com) – Golden Palace Hotel Lombok selalu hadirkan hal-hal baru di Kota Mataram. Sebelumnya pesona Sunset Sensation dimana sunset tidak hanya bisa dinikmati dari laut, pantai atau pulau tapi dari tengah kota juga bisa. Kali ini mengadakan Halloween Night Party dengan tema trick or treat.

Trick or treat sendiri lazim digunakan pada pesta halloween di Eropa sebagai kata sandi bagi anak-anak yang berkeliling dari rumah ke rumah lainnya untuk meminta permen atau barang mainan. Biasanya mereka akan mengatakan trick or treat (berikan atau kami kacaukan).

Suasana Mengerikan pada acara halloween di Golden Palace Hotel Lombok sudah diusung mulai dari meja penyambut tamu. Dari sana, pengunjung sudah disambut dengan banyak sekali hantu, mulai dari hantu yang khas Indonesia sampai mancanegara.

Kesan menyeramkan juga semakin diperkuat oleh pengaturan artistik dan tata cahaya ruangan tempat dilangsungkannya pesta. Layar lebar yang memutar video-video hantu dan suara instrumen seram tak kalah memberikan nuansa halloween.

Seolah tak mau kalah dengan energi yang diusung Golden Palace Hotel Lombok melalui tata ruang, tata suara dan cahayanya, pengunjung yang hadir pun sebagian besar merias tubuh mereka secara total. Salah seorang di antaranya adalah Moris yang mengaku mengenakan kostum Red Devil berpita kupu-kupu.

“Saya jadi red devil,” kata Moris saat ditanya pembawa acara dia jadi siapa dengan kostum yang dikenakannya.

Kepada wartawan, Asisten Public Relation Golden Palace Hotel Lombok, Ida Ayu Nyoman Sri Utami mengatakan sebagai salah satu hotel besar di Mataram memang sengaja mengadakan kegiatan tersebut sebagai bentuk keikutsertaan Golden Palace Hotel Lombok memeriahkan pesta halloween di Mataram. Selain itu, pesta halloween di Golden Palace Hotel Lombok mungkin saja menjadi yang pertama kali diadakan di Kota Mataram.

“Sebenarnya karena belum pernah ada halloween party di Mataram. Untuk menghibur masyarakat di Mataram karena di Mataram mungkin baru pertama kali,” ujarnya, Senin, 31 Oktober 2016.

Terkait dengan sasaran dari kegiatan tersebut, Ida Ayu Nyoman Sri Utami mengatakan pihaknya tidak membatasi kalangan yang mau mengikuti pesta yang identik dengan penyamaran menggunakan kostum unik tersebut. Terutama remaja usia 18 tahun ke atas.

“Sasaran kita remaja 18 tahun ke atas,” katanya.

Reza Pahlevi selaku Manager Food and Beverages Golden Palace Hotel Lombok juga menambahkan bahwa tidak hanya suasana yang menyeramkan, tetapi banyak menu makanan yang bertemakan halloween, seperti puding yang berbentuk otak dibalut darah, spageti yang melayang-layang dan sosis berbentuk jari-jari.

Diharapkan dengan diadakannya acara ini, masyarakat Lombok bisa lebih mengenal Golden Palace Hotel dari sisi lain yakni berusaha memenuhi kebutuhan masyarakat dari sisi hiburan dengan menghadirkan non-stop entertainment.

Setiap acara yang diadakan selalu disesuaikan antara biaya yang dikeluarkan dengan apa yang dihadirkan. Misalnya Halloween Night Party hanya dengan Rp 99 ribu rupiah tamu sudah bisa menikmati live musik, live DJ dan berbagai macam hidangan makanan dan minuman tanpa mengeluarkan biaya lagi. Golden Palace Hotel juga selalu mengutamakan pelayanan yang baik agar konsumen merasa puas dengan apa yang dihadirkan. Konsep acarapun dibuat seseram mungkin.

”Semua penerima tamu kita pakai kostum,” tambahnya.

Tamu yang datang sangat antusias, terlihat dengan kostum-kostum aneh yang dikenakan begitu menyeramkan, sesuai dengan konsep pesta halloween pada umumnya.

Untuk diketahui, halloween adalah suatu perayaan yang dapat dijumpai pada tanggal 31 Oktober di beberpa negara. Perayaan ini lekat dengan kostum unik dan aneh. Mereka bahkan rela mengeluarkan dana besar untuk tampil total pada pesta halloween tersebut.

Sedangkan, trick or treating adalah suatu kegiatan yang biasa dilakukan anak-anak di Amerika dan Eropa saat halloween. Anak-anak pergi berkeliling dari rumah ke rumah dengan mengenakan kostum. Mereka meminta diberikan sesuatu seperti permen, atau kadang-kadang uang, sambil mengajukan pertanyaan, “Trick or treat?” Kata “trick” mengacu pada “threat” (ancaman) yang berarti bahwa mereka akan melakukan kenakalan pada pemilik rumah atau propertinya jika tidak diberikan apa-apa. (ast)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.