Jelang Munas, DPW LDII NTB dan MUI NTB Gelar FGD Wisata Halal

Mataram (Suara NTB) – Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia Provinsi NTB (DPW LDII NTB) bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI ) NTB dan Pemerintah Provinsi NTB telah menggelar Focussed Group Discussion (FGD). FGD itu mengambil tema Wisata Halal, antara Konsep dan Implementasinya. Bertempat di ruang rapat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB Mataram yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB.

Menurut Ketua DPW LDII NTB, Ir. Abdullah A. Karim, M.Si, seminar ini didorong untuk menjaring isu-isu strategis dari masing-masing  daerah. Hal ini juga merupakan rangkaian dari kegiatan MUNAS LDII VIII yang dilaksanakan pada 8-10 November 2016 mendatang di Jakarta.

“Ini merupakan bentuk daripada dukungan kita terhadap wisata halal yang saat ini tengah berkembang di NTB. Ini juga akan masuk dalam isu strategis yang rekomendasinya akan diserahkan pada saat MUNAS nanti,” ujarnya.

Baca juga:  NTB Segera Kembangkan Vaksin Halal

NTB yang merupakan salah satu sari 10 destinasi prioritas dalam pembangunan pariwisata nasional. Salah satu label Pariwisata NTB dengan Tagline Pesona Lombok Sumbawa adalah label Wisata Halal. Lombok telah ditetapkan sebagai Destinasi Terbaik Wisata Halal Dunia serta Destinasi Terbaik Bulan Madu Halal  Dunia. Hal ini yang mendorong LDII untuk turut melakukan sosialisasi akan pentingnya mengambil kesempatan dalam memajukan wisata halal di NTB.

“Disinilah konteks LDII dengan secara proaktif dengan bekerjasama dengan MUI dan Pemprov NTB, menggagas FGD ini untuk mendapatkan pemahaman yang utuh tentang wisata halal dari hulu ke hilir.  Yaitu Produk, Tata Kelola, Destinasi dan termasuk SDM pelaku wisata,” kata Abdullah.

Dalam FGD itu, hadir sebagai pembicara adalah Ketua MUI NTB yang diwakili oleh Ketua Komisi Fatwa MUI NTB, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB serta Pelaku Wisata yaitu Ketua Badan Promosi Pariwisata Daetah (BPPD) NTB dan GM Grand Madani Hotel Syariah. FGD dihadiri dari  perwakilan ormas Islam, pemerintah daerah, mahasiswa, PHRI,  serta pemangku kepentingan pariwisata lainnya dengan jumlah 30 orang.

Baca juga:  NTB Segera Kembangkan Vaksin Halal

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB H. L. Moh. Faozal, S.Sos, M.Si sangat mengapresiasi upaya mediasi dan inisisasi yang dilakukan oleh LDII untuk mengadakan FGD ini. Karena ormas Islam berperan penting dalam mengedukasi masyarakat tentang apa dan bagaimana wisata halal. Dalam diskusi muncul berbagai informasi dan realitas dalam mengimplementasi wisata halal. Misalnya persoalan keamanan, sampah, perilaku masyarakat lokal, masjid yang tidak bersih dan hal hal lain yang akan menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh stakeholder. (lin/*)