Pembajakan Lagu Daerah Marak, Eksistensi Musisi Lokal Terancam

Praya (Suara NTB) – Aksi pembajakan terhadap karya seni daerah terutama lagu daerah khususnya lagu sasak, disinyalir marak terjadi. Termasuk di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) sendiri. Akibatnya, banyak musisi daerah, utamanya para pencipta lagu dan rumah produksi kini terancam eksistensinya. Karena hampir semua lagu sasak, kini sudah dibajak.

“Jadi hampir tidak ada satu pun lagu sasak yang tidak luput dari aksi pembajakan. Sehingga para pencipta lagu dan rumah produksi, kini sudah mulai malas mengeluarkan lagu sasak terbaru. Begitu pula rumah produksi, mulai enggan mengeluarkan kaset lagu sasak. Karena begitu keluar, pasti dibajak,” ujar Ahmad Kurniawan, Produser Awra Production, kepada Suara NTB, Senin, 24 Oktober 2016.

Padahal menurutnya, aksi pembajakan terhadap lagu daerah tersebut bisa dikategorikan sebagai pelanggaran hak cipta. Anehnya kemudian, pemerintah daerah terkesan tutup mata atas persoalan ini. Sehingga yang jadi korban para musisi dan rumah produksi di daerah ini.

“Kalau kondisinya tetap seperti dan pemerintah daerah tidak berbuat apa-apa, bisa-bisa kedepan lagu Sasak sudah tidak

eksis lagi. Karena para musisi tidak mau lagi berkarya lantaran khawatir karyanya dibajak. Tanpa ada upaya proteksi dari pemerintah daerah sendiri,” terangnya.

Selama ini banyak para musisi dan pencipta lagu sasak pada khususnya, tetap eksis dan secara kontinyu mengeluarkan lagu terbaru. Itu dilakukan semata-mata atas dasar kecintaannya kepada kesenian daerah. supaya bagaimana bisa tetap eksis. Karena tanpa itu, sudah lama kesenian daerah terutama lagu sasak hilang dari peredaran.

Menurut Kurniawan, sebagai salah satu khazanah budaya daerah, pemerintah daerah harusnya bisa melakukan upaya-upaya proteksi. Supaya keberadaan lagu sasak tetap eksis dan terhindar dari upaya-upaya pembajakan. Termasuk aparat penegak huum, dalam hal ini pihak kepolisian.

Karena secara undang-undang, pembajakan karya seni bisa dikategori pelanggaran hak cipta dan itu melanggar aturan. “Kami selalu musisi lagu daerah, sangat berharap ada upaya nyata yang dilakukan pemerntah daerah dan aparat penegak hukum. Dalam melindung lagu daerah dari aksi pembajakkan. Yang sudah sangat meresahkan pada musisi lagu daerah didaerah ini,” tandasnya. (kir)