Rasakan Ketenangan di Teluk Selindungan

Giri Menang (suarantb.com) – Pantai Sekotong membujur dari lajur Sekotong Tengah sampai Sekotong Barat, Lombok Barat. Terdapat hamparan sebuah teluk diantara gugus Gili Gede dan Gili Layar. Di sini, akan ada ketenangan kala cahaya sunset menerpa permukaan air laut, membuat warnanya menjadi keemasan. Warga mengenalnya dengan sebutan Teluk Selindungan.

Suara mesin perahu sayup-sayup terdengar dari bibir pantai. Melaju dengan kecepatan rendah. Kemudian berbalik arah beberapa kilometer dari Gili Gede. Begitu seterusnya, hingga beberapa kali putaran, perahu ketinting itu akhirnya berhenti di tepi sebuah Bungalow, seberang Gili Gede. Wajah sepasang wisatawan asing terlihat sumringah, ketika menjejakkan kaki di tepi pantai. Mereka baru saja menikmati pemandangan hamparan Teluk Selindungan.

Pantai di Teluk Selindungan begitu tenang. Tempat ini banyak didatangi oleh wisatawan asing dan sangat jarang didatangi wisatawan lokal. Teluk ini terletak di Dusun Selindungan dan merupakan akses darat satu-satunya. Kebanyakan wisatawan mendatangi teluk ini setelah berkunjung ke Gili Kedis, Gili Gede, Gili Layar, dan beberapa gili lainnya.

Pasir yang lembut memanjakan wisatawan saat berjalan di tepi pantai teluk yang indah itu. Terlihat sejumlah tanaman bakau di sekitar pantai yang menambah keeksotisannya. Apalagi di seberang terdapat gili-gili yang indah. Pemandangan ini hanya dapat dinikmati dari teluk di Dusun Selindungan ini.

Salah seorang pemandu wisata asal Sekotong, Zainuddin (28) mengatakan bahwa teluk ini tidak begitu banyak diketahui oleh wisatawan. Biasanya ia akan menawarkan terlebih dahulu dan memperlihatkan sejumlah gambar untuk menarik minat wisatawan mendatangi teluk ini. Lokasinya yang sangat tenang dan jauh dari hiruk pikuk membuat teluk ini sangat cocok untuk dikunjungi.

“Saya paling sering antar turis asing kesini, kalau lokal itu jarang. Mereka lebih memilih mendatangi gili-gili daripada ke teluk,” kata Zen.

Pemandangan dari teluk ini cukup menarik. sebab teluk ini dikelilingi oleh gili yang menyebabkan pantainya tenang dengan riak ombak yang kecil. Sehingga tidak berbahaya jika ingin melakukan snorkelling, bermain kano ataupun permainan air lainnya.

foto 3

Fasilitas kano disediakan sebagai salah satu cara menikmati Pantai Selindungan.

Tidak jarang wisatawan yang datang juga membawa kail untuk memancing. Dengan riak air laut yang tenang, wisatawan bisa memancing dengan lebih leluasa tanpa harus khawatir diterkam ombak. Wisatawan juga bisa mendirikan tenda untuk bekemah atau piknik. Tidak jarang juga wisatawan membuat api unggun di pinggir pantai saat malam hari.

“Umumnya wisatawan yang kesini itu banyak yang bawa kail dan mancing. Kita kerjasama dengan Bungalow disini juga, jadi habis mancing bisa langsung dimasak di dapur Bungalow,” kata Zen.

Keindahan lain seperti sunset juga tidak kalah menarik untuk disaksikan. Tidak jarang wisatawan mengabadikan dengan kamera dan melakukan selfie saat matahari hendak tenggelam. Pemandangan yang sangat menarik dan membuat siapa saja merasa tenang saat berada di teluk ini.

foto 2

Sepasang wisatawan menikmati pemandangan Teluk Selindungan dari atas perahu.

Wisatawan tidak ditarik retribusi apapun jika mengunjungi teluk ini. Karena belum ada pengelola khusus, hanya ada beberapa pemuda desa yang patroli jika ada wisatawan yang datang. Karena sebagian besar masyarakat disana bekerja sebagai nelayan.

“Tidak ada retribusi atau penarikan sejumlah uang saat datang ke teluk ini. Yang penting tidak buat onar saja,” ujarnya.

Sulung (24) misalnya, ia merupakan pemuda Dusun Selindungan yang setiap hari membantu orang tuanya mencari ikan di laut sekotong itu. Jika ada wisatawan yang menginap di Bungalow, ia bergegas menyiapkan segala keperluan tamu. Sebab selain sebagai nelayan, ia juga bekerja di Bungalow yang ada di teluk itu.

“Tidak setiap hari ada tamu, jadi saya cari ikan untuk bantu kebutuhan di rumah. Apalagi teluk ini tidak banyak diketahui oleh wisatawan. Karena wisatawan lebih memilih langsung ke gili,” kata Sulung.

Infrastruktur Jalan Tidak Memadai

Jalan di Dusun Selindungan menjadi jalur darat satu-satunya menuju teluk ini. Namun infrastruktur jalannya sangat tidak memadai. Terdapat kerikil di jalan itu yang dapat membahayakan pengguna jalan. Nampaknya jalan ini tidak pernah diperbaiki sejak dibuat bertahun-tahun lalu. Tidak jarang wisatawan juga mengeluhkan jalan yang sangat mengganggu kenyamanan selama di perjalanan.

Untuk mencapai teluk itu, wisatawan harus menempuh jarak tiga kilometer dari pusat Dusun Selindungan. Di sepanjang jalan itu wisatawan harus melewati jalan yang berbatu dan penuh kerikil. Bahkan jalan itu akan sangat becek jika hujan turun. Di sepanjang jalan, wisatawan disuguhkan dengan pemandangan kebun bakau yang luas dan indah.

“Jalan ini memang sudah rusak sejak dulu, dan tidak pernah diperbaiki. Katanya sudah mengajukan untuk perbaikan tapi tidak ada sampai sekarang. Kadang malu juga waktu ngantar tamu,” kata Zen.

Pengendara motor harus mengurangi lajunya. Sebab tidak ada pembatas jalan di kiri ataupun kanan jalan. Apalagi jika hujan turun, pengendara harus berhati-hati agar kendaraannya tidak terpeleset dan jatuh ke area kebun bakau. Namun semua perjuangan selama di perjalanan itu akan terbayar saat tiba di ujung jalan yang menghubungkan langsung dengan teluk Selindungan. (lin)