Seni Tradisional Mulai Kehilangan Identitas

Mataram (suarantb.com) – Beberapa cabang seni tradisional telah mulai kehilangan identitasnya. Kurangnya minat masyarakat untuk menggeluti dunia seni tradisional menyebabkan seni tradisional kehilangan keasliannya. Hal inilah yang disinyalir menjadi penyebab hilangnya identitas seni tradisional ini.

Seniman Kota Mataram, H. Abdul Hamid menyampaikan banyak jenis tari dan musik tradisional mengalami perubahan dari bentuk aslinya, sehingga seni tradisional mulai kehilangan identitas. Ia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap pudarnya keaslian seni tradisional ini, terutama kesenian NTB. Khusus seni tradisional Sasak, menurut Hamid, mengalami perubahan yang sangat jauh berbeda dari bentuk aslinya.

“Seperti kemarin waktu Bau Nyale saya lihat Tari Beriuk Tinjal. Saya sampai sedih melihatnya. Terus sesudah itu Tari Gandrung, tidak pas dengan tariannya,” ungkapnya kepada suarantb.com, Kamis, 14 Juli 2016.

Ia menyayangkan banyak pihak yang acuh terhadap hak cipta seni tradisional asli maupun seni tradisional garapan. Menurutnya cabang kesenian tradisional seperti tari dan musik baik ciptaan dan garapan perlu dipatenkan. Dengan demikian keaslian kesenian tradisional tersebut tak dapat diubah pihak lain.

Kendati demikian ada beberapa sanggar seni yang sangat memperhatikan hal tersebut. Apa yang diajarkan kepada anak didiknya merupakan kesenian tradisional yang asli. “Kenapa harus merusak ciptaan orang? Kalau memang mau membuat, silahkan jangan sama namanya dengan ciptaan orang lain,” tegas pemilik Sanggar Mendur Putih ini.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap melestarikan kesenian tradisional tanpa merusak keaslian kesenian tersebut. Karena seni tradisional merupakan identitas suku bangsa yang patut dilestarikan. (rdi)