20 Bayi Ikut Tradisi “Ngurisan” di Makam Bintaro

Mataram (suarantb.com) – Sebanyak 20 bayi ikut dalam tradisi ngurisan di Makam Bintaro. Ngurisan merupakan salah satu rangkaian acara perayaan Lebaran Topat yang diselenggarakan di makam tersebut, Rabu, 13 Juli 2016.

Ketua Panitia Lebaran Topat Makam Bintaro, H. M. Subiakto AZ kepada suarantb.com menyampaikan 20 bayi tersebut berasal dari sekitar Kelurahan Bintaro, Kecamatan Ampenan. Bayi-bayi ini digendong kemudian dibawa keliling ke semua tamu untuk digunting serta diusap rambut dan kepalanya.

Subiakto menyampaikan disiapkan juga sajian yang ditata di atas dulang atau nampan. Jumlah dulang makanan yang disediakan panitia sebanyak 20 untuk VIP dan 15 dulang biasa. “Dulang ini dari seluruh kelurahan se-Kecamatan Ampenan,” ujarnya.

Panitia acara juga menampilkan beberapa kesenian yaitu gendang beleq, tari rudat, dan kesenian hadrah. Acara yang dihadiri Walikota tersebut disampaikan Subiakto diawali dengan ziarah makam

yang dipimpin Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh beserta jajarannya. Setelah acara pembukaan, Walikota melakukan pemotongan gunungan ketupat yang telah disediakan panitia.

Makam Bintaro telah dijadikan sebagai salah satu pusat perayaan Lebaran Topat di Kota Mataram selama bertahun-tahun. Tradisi ini disebutkan Subiakto adalah tradisi leluhur yang telah dijalankan sejak lama. “Ini atas kerjasama tokoh masyarakat dan Pemkot Mataram. Tidak ketinggalan juga budayawan H. Abdul hamid sebagai motor penggerak dengan menampilkan beberapa kegiatan seperti ziarah makam, ngurisan, dan lainnya,” jelasnya.

Panitia juga berterima kasih kepada Walikota Mataram yang telah mengapresiasi perayaan Lebaran Topat di Bintaro. “Terima kasih kepada Bapak Walikota yang telah memberikan apresiasi dalam pelaksanaan kegiatan ini. Terima kasih juga kepada Bapak S. Widjanarko, Perkumpulan Bakti Mulya dan rekan-rekan yang telah beri sumbangan semoga dicatat sebagai amal ibadah,” pungkasnya. (ynt)