Pengunjung Membeludak, Jalur ke Puncak Sembalun Macet Parah

Selong  (suarantb.com) – Kemacetan parah  terjadi di jalan menuju puncak Sembalun Lombok Timur, Minggu, 10 Juli 2016. Kemacetan itu  menyebabkan banyak kendaraan pengunjung yang  mogok hingga berasap.

Bahkan sempat terjadi kepanikan ketika salah satu mobil pikap tiba-tiba mengeluarkan asap. Jalan yang sempit ditengarai menjadi penyebab kemacetan parah yang terjadi di Jalan Raya Sembalun ini. Selain itu, kurang sigapnya aparat kepolisian untuk mengatur lalu lintas disinyalir turut menjadi penyebab kemacetan tersebut.

Salah seorang pengunjung yang mobilnya mogok persis di tanjakan terakhir sebelum mencapai puncak Sembalun, Agus Pramudi mengatakan jika kopling mobilnya terlalu panas karena kemacetan panjang di jalan yang menanjak. Ia juga menambahkan, seharusnya aparat kepolisian tak hanya terkonsentrasi di puncak Sembalun saja melainkan juga di setiap tikungan. “Setiap tanjakan dan pengkolan itu harusnya ada polisi yang jaga. Ini kan nggak ada,” katanya.

Ia juga menyayangkan ulah pengendara sepeda motor yang tidak mau mengalah. Menurutnya, kemacetan parah itu disebabkan ulah pengendara sepeda motor yang memaksa untuk mendahului kendaraan yang ada di depannya. “Dari bawah tadi sampai atas sini kejebak macet, (penyebabnya) sepeda motor (hanya) mau mendahului. Kita yang nggak bisa jalan,” ujarnya.

Kapolsek Sembalun AKP Jamaludin yang ditemui wartawan disela-sela pengamanan liburan di Taman Wisata Pusuk Sembalun menjelaskan  jika pihaknya telah siap siaga sehari setelah lebaran. Bahkan pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Polres Lotim dengan menurunkan delapan personil tambahan. Ia juga mengakui kalau sempitnya jalan dan susahnya pengendara sepeda motor untuk diatur menjadi penyebab utama kemacetan. “Di Sembalun ini jalannya agak kecil,” katanya

Disampaikan mengenai keluhan pengunjung yang mengatakan seharusnya di setiap tikungan ditempatkan satu personil kepolisian, Jamaludin menjawab jika hal tersebut juga menjadi harapannya. Namun banyaknya kendaraan yang harus diatur membuat petugas kewalahan

“Pengunjung banyak, kendaraan banyak. Itu yang menyebabkan kemacetan,” jawabnya.

Terakhir dia menyampaikan jika kejadian seperti ini baru tahun ini terjadi. “Biasanya nggak begini. Baru sekarang setelah Rinjani menjadi Geopark, makanya banyak yang pingin melihat,” tuturnya. (ast)