BTPN Syariah Sukses Bikin SD 2 Aisyiyah Mataram Jadi Sekolah Mandiri

Ainul Yakin,  Penyerahan bantuan dari BTPN Syariah untuk SD 2 Aisyiyah Mataram. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pascagempa besar yang mengguncang Lombok pada Agustus 2018 lalu, Bank BTPN Syariah menjadi ayah angkat bagi SD 2 Aisyiyah Mataram yang saat itu nyaris luput dari perhatian. Padahal sekolah rintisan yang didirkan tahun 2015 ini juga tak luput dari amukan gempa besar itu.

BTPN Syariah mengambil peran “menghidupkan” kembali sekolah ini. Gedung-gedung sekolah dibarukan. Suasananya kini lebih fresh. Lebih menawan sebagai tempat menimba ilmu anak-anak di sekitar sekolah. Aula juga dibuatkan. SDM guru-guru ditingkatkan dengan berbagai macam pelatihan. Pendampingan oleh tim dari BTPN Syariah intens dilakukan.

Seyogyanya sekolah ini telah dilepas. Namun corona datang awal tahun 2020. Di tengah pandemi, rupanya BTPN Syariah merasa belum siap melepas begitu saja sekolah ini. Kegiatan pembinaan dan pendampingan terus dilanjutkan. Meski harus disesuaikan dengan pendekatan protokol covid-19.

Karena belum teregister di pemerintah, sekolah ini harus berjuang keras memenuhi operasionalnya secara mandiri. Terutama untuk menggaji tenaga-tenega pengajar di sana. Karena tak memiliki NUPTK, guru tak mendapatkan bantuan untuk penanganan dampak corona dari pemerintah.
“Alhamdulillah, guru-guru diberikan bantuan oleh BTPN Syariah sebesar Rp1,5 juta. Diberikan secara bertahap. Ini sangat membantu,” kata Sri Rahma Tiyas, Kepala SD 2 Aisyiyah Mataram.
Di sela-sela peringatan “Hari Ibu”, sekaligus seremoni penutupan Program BTPN Syariah Berbagi kepada SD 2 Aisyiyah Mataram, Selasa, 22 Desember 2020, Tiyas bercerita kembali masa lalu SD Aisyiyah 2 Mataram. Tahun 2017 jumlah muridnya 8 orang, 2018 juga 8 orang, kemudian 2019 naik menjadi 17 orang dan 2020 menjadi 21 murid orang yang mendaftar di sekolah ini.

Jumlah murid yang naik dratis, karena melihat sekolah ini sudah cukup representatif.
Tiyas menambahkan, sekolah ini juga telah berhasil mendapatkan NUPTK di 2020 ini. Tahun depan, sekolah sudah dapat mengajukan bantuan dana BOS untuk mendukung kegiatan belajar mengajar di sekolah.

SD 2 Aisyiyah mulai banyak dilirik masyarakat sekitar, bahkan lulusan-lulusan TK yang ada di sekitar, lebih memilih melanjutkan sekolah di SD ini. Kegiatan ekonomi juga digalakkan dengan pendampingan dari BTPN Syariah. Lahan sekolah dimanfaatkan untuk mengembangkan tanaman hidroponik dan budidaya ikan.

“Dari hasil penjualan tanaman hidroponik dan budidaya ikan, digunakan untuk menambah biaya operasiol sekolah. Bayar listrik, dan gaji guru. Rp150.000 sebulan per guru. Ruang kelas kapasitas 20 orang yang di pasangi AC oleh BTPN Syariah juga kami sewakan kepada mahasiswa – mahasiswi yang datang belajar untuk kegiatan kampusnya. Alhamdullah, meski pandemi corona, sekolah ini tetap produktif,” ujarnya.

Dilepas oleh BPTN Syariah karena dinilai sudah menjadi sekolah mandiri, tentu berat bagi sekolah. Karena BPTN Syariah sudah menjadi bagian dari sejarah sekolah ini. Ainul Yakin, Communication Head BTPN Syariah mengatakan, pilihan BTPN Syariah membina dan mendampingi SD 2 Aisyiyah Mataram pascagempa 2018 hingga saat ini. Mengingat, sekolah ini juga berada di lingkungan yang jumlah nasabah BTPN Syariah cukup banyak.
“Kita ingin sekolah ini, tenaga pendidiknya, termasuk masyarakat sekitar yang sebagian adalah nasabah kami benar-benar merasakan keberadaan BTPN Syariah, tidak saja untuk meningkatkan aspek ekonomi, juga untuk aspek pendidikan dan sosialnya,” ujarnya.

Apa saja yang sudah dilakukan selama dua tahun di sekolah dan lingkungan sekitar? Setelah merevitalisasi gedung sekolah, bank memberikan training tentang public speaking kepada guru agar berkompetensi menyampaikan materi pembelajaran dengan baik.

Lalu membuat program dan kurikulum yang kreatif untuk sekolah dasar. Dibantu oleh Bangkit Pemberdaya Tim Learning. Ada juga program menjadikan pembelajaran sebagai pembelajaran menarik dengan story telling konsep. Itu juga dilakukan oleh Bangkir Pemberdaya.
Di sisi lain, pada masa pandemi corona, BTPN Syariah memberikan support kepada guru-guru untuk melakukan kegiatan belajar home visit, dengan protokol covid 19, didampingi para bankir pemberdaya.

“Kami berikan tunjangan operasional juga kepada guru-guru, dan kita tetap upayakan guru-guru dapat insentif untuk tetap memberikan kualitas pembelajaran kepada murid-muridnya. Kami melihat sekolah ini sudah cukup eksis. Karena program sosial kami sifatnya terbatas, ya sekolah ini kami lepas karena sudah mandiri. Tetapi tidak berarti kami lepas begitu saja, sewaktu-waktu kami akan tetap datangi,” demikian Ainul.
SD 2 Aisyiyah Mataram kini sudah menjelma menjadi sekolah yang representatif. BTPN Syariah sudah menoreh sejarah, bagi SDM dan masa depan masyarakat sekitar di Kota Mataram.(bul)