BTNT Siagakan Polhut di Titik Rawan Kebakaran

Anggota Polhut BTNT saat siaga kebakaran kawasan taman nasional tambora, Kamis, 19 Agustus 2021.(Suara NTB/BTNT)

Bima (Suara NTB) – Pasca terjadinya kebakaran di wilayah pengelolaan Balai Taman Nasional Tambora (BTNT), tepatnya jalur pendakian Kawinda Toi Kabupaten Bima. Satuan Polhut bersama mitranya langsung terjun memperketat pengawasan sejumlah titik rawan. Baik di wilayah SPTN I Dompu maupun SPTN II Bima.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha BTNT, Deny Rahadi, S. Hut., M. Si., melalui anggota Polhut BTNT, Junaidin kepada Suara NTB, Kamis, 19 Agustus 2021 menyampaikan, kebakaran kawasan taman nasional pada ketinggian 2.000 MDPL pekan kemarin sudah berhasil dipadamkan.

Iklan

Karenanya, disamping terus memantau titik api lewat sitim aplikasi Lapan, anggota tetap siaga mengawasi daerah rawan pembakaran oleh para pemburu satwa liar. “Alhamdulillah, sampai hari ini hasil pantauan hotspot tidak ada titik api. Untuk antisipasi, petugas tetap melakukan patroli pengawasan dan pemantauan di daerah rawan,” terangnya.

Dari sekitar 71.000 Ha lebih kawasan taman nasional yang dikelola, terdapat sejumlah titik rawan terjadinya kebakaran akibat ulah manusia. Pada wilayah SPTN I Kabupaten Dompu misalnya, berada di Desa Soritatanga Kecamatan Pekat dan Dusun Tompo Desa Tolokalo Kecamatan Kempo. Sementara wilayah SPTN II Kabupaten Bima, cukup marak terjadi di daerah yang berbatasan langsung dengan Desa Piong, Oi Katupa dan Kawinda Toi.

Pada tiap wilayah ini, tegas Junaidin, terdapat anggota Polhut dan kelompok masyarakat yang sudah menjadi mitranya dalam pengendalian kebakaran hutan, seperti Masyarakat Mitra Polhut (MMP) dan Masyarakat Peduli Api (MPA). “Mereka bertugas melakukan pengawasan supaya tidak ada lagi pembakaran. Karena tindakan semacam itu sangat mengancam keberlangsung ekosistim di wilayah taman nasional,” jelasnya.

Upaya antisipasi pembakaran kawasan ini, menurutnya tidak cukup mengandalkan tenaga Polhut dan mitra, apalagi dengan luasnya area pengelolaan. Karenanya, dalam rangka memaksimalkan pengawasan di lapangan, ia meminta dukungan instansi terkait seperti TNI-Polri. Pun tambahan sarana pemadaman kebakaran berupa mobil tangki, mesin pompa air dan selang air pemadam. “Kebutuhan ini khususnya untuk wilayah Kore Bima,” pungkasnya. (jun)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional