BTNT Mulai Pemagaran Pusat Pelestarian Rusa di Doroncanga

Murlan Dameria Pane. (Suara NTB/jun)

Dompu (Suara NTB) – Pengembangan tambora sebagai tujuan wisata alam terus dilakukan. Salah satunya dengan pembangunan pusat pelestarian rusa di sekitar Pos I jalur pendakian Doroncanga. Prosesnya, baru memasuki tahap pemagaran area pelepasan seluas 2 hektar.

Kepala Balai Taman Nasional Tambora (BTNT) Kabupaten Dompu, Murlan Dameria Pane kepada Suara NTB di menerangkan, dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati pada area konservasi, pihaknya tidak saja menekan aktivitas perburuan atau perusakan hutan lewat perambahan dan penebangan liar.

Iklan

Langkah lain diwujudkan dalam bentuk pembangunan pusat pelestarian rusa di pos I jalur pendakian Doroncanga. “Tambora itu memang utamanya pendakian, tapi juga ada sanctuary rusa,” terangnya.

Pembangunan sanctuary atau pusat pelestarian rusa mulanya ditargetkan tuntas tahun ini. Namun mengingat ada pengalihan anggaran untuk penanggulangan Covid-19, terpaksa diprioritaskan sementara ini pemagaran keliling. Sementara sarana prasarana penunjang seperti museum, musola, pusat pertemuan dan fasilitas lain akan dieksekusi 2021 mendatang.

Selain menjadi wisata alam alternatif bagi wisatawan domestik maupun mancanegara, sanctuary rusa segaja dibangun untuk melestarikan rusa-rusa yang ada di tambora. Sebab makin hari spesies semakin sulit dijumpai. “Walaupun teman-teman saat di lapangan ketemu juga hewan ini, cuma frekuensinya sudah sangat menurun,” jelasnya.

Disamping menjaga keanekaragaman hayati lewat penangkaran, lanjut Murlan Dameria Pane, program tersebut diharap mampu memberi nilai tambah terhadap perekonomian masyarakat lingkar tambora. Sebab mereka yang akan mengelola dan menikmati hasil dari tiap pengunjung yang datang.

Meski lokasinya cukup jauh dari jalan raya, ia memastikan akses jalan setapak menuju wisata alternatif tersebut akan tetap dibiarkan alami. Dalam artian hanya efektif dijangkau menggunakan kendaraan offroad. Sementara menyangkut sumber indukan rusanya sendiri, BTNT masih membangun koordinasi dengan BKSDA. “Kalau ada dari masyarakat yang mau sukarela membantu, itu akan jauh lebih bagus,” pungkasnya. (jun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here