BTNT Baru Berani Buka Wisata Oi Marai

Deny Rahadi. (Suara NTB/jun)

Dompu (Suara NTB) – Balai Taman Nasional Tambora (BTNT) masih belum berani membuka empat jalur resmi pendakian. Hal itu bukan karena persoalan kesiapan jalur, tetapi terbentur oleh edaran Dirjen KSDAE terkait batas waktu perjalanan kunjungan wisata yang diperbolehkan. Cukup memungkinkan saat ini hanya wisata Oi Marai di Desa Kawinda Toi.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha BTNT, Deny Rahadi, S. Hut., M. Si., kepada wartawan, Jumat, 3 Juli 2020 menjelaskan, dalam edaran penerapan protokol Covid-19 di objek wisata itu, perjalanan kunjungan hanya diperbolehkan sehari. Sementara di tambora, pengujung harus menghabiskan waktu minimal dua hari satu malam untuk bisa mencapai puncak atau kaldera raksasanya. “Jadi dari segi kriteria pencegahan Covid-19 sesuai SE Dirjen tersebut kita belum memungkinkan,” terangnya.

Iklan

Pada beberapa jalur resmi seperti di Doroncanga dan Piong, pengunjung memang bisa lebih cepat mencapai puncak dengan memanfaatkan kendaraan. Namun karena biasanya mereka tetap ingin bermalam untuk bisa menikmati matahari pagi, sehingga rentan melanggar edaran Dirjen KSDAE.

Dari sekian objek wisata yang sudah dikembangkan, lanjut dia, cukup memungkinkan untuk dibuka saat ini hanya air terjun Oi Marai di Desa Kawinda Toi. Sebab pengunjung baik dari Dompu maupun Bima, cukup menempuh perjalanan beberapa jam saja. “Yang memungkinkan untuk tahap pertama ini baru objek wisata Oi Marai saja,” ujarnya.

Berlanjutnya penutupan objek wisata ditengah penerapan kenormalan baru, juga dialami taman nasional lain, seperti halnya Gunung Rinjani di Lombok. Dengan karakteristik jalur yang membutuhkan waktu perjalanan lebih dari sehari, dipastikan tidak akan dibuka sementara waktu untuk pendakian sampai kondisi daerah kembali normal dari Covid-19. “Yang buka paling Bromo karena ada truk lautan pasir yang memungkinkan beberapa jam sampai puncak. Kalau tambora belum bisa,” pungkasnya. (jun)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional