BST Kemensos Diusulkan untuk 7.600 Lansia

H. Ahsanul Khalik (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB melalui Dinas Sosial (Disos) NTB mengusulkan 7.600 warga lanjut usia (Lansia) untuk mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos). Namun, baru 1.350 lansia di NTB yang memperoleh BST tahap I senilai Rp600 ribu per bulan yang akan diberikan selama tiga bulan tersebut.

Kita berharap akan ada tambahan karena kita secara keseluruhan mengusulkan sebanyak 7.600 orang Lansia, sebut Kepala Disos NTB, H. Ahsanul Khalik, S. Sos, MH di Mataram, Jumat, 15 Mei 2020.

Iklan

Khalik menyebutkan dengan penerima sebanyak 1.350 lansia, maka BST yang digelontorkan Kemensos sebesar Rp810 juta per bulan. Karena masing-masing lansia memperoleh BST sebesar Rp600 ribu per bulan dan akan diberikan selama tiga bulan.

“Untuk BST ini akan diterima melalui kantor pos dan ada pendamping sosial Lansia nantinya yang akan membantu para Lansia untuk mendapatkan haknya tersebut,” kata Khalik.

Selain itu, lansia di NTB juga mendapatkan bantuan khusus berupa Program Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (Progres-LU) senilai Rp 6.831.000.000. Diperuntukkan bagi 2.530 orang Lansia yang tersebar di kabupaten/Kota se-NTB.

Masing-masing Lansia mendapatkan Rp2,7 juta. Bantuan diserahkan melalui perwakilan Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS-LU). Khalik mengatakan, sasaran penerima bantuan tersebut adalah lansia berusia 60 tahun ke atas yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan bukan penerima PKH serta berada dalam binaan LKS-LU.

Adapun jumlah penerima bansos Progres-LU sebanyak 2.350 orang lansia yang tersebar dalam binaan 71 LKS-LU se-NTB. Dengan rincian Kota Bima 125 orang, Kabupaten Bima 210 orang, Dompu 255 orang, Sumbawa 30 orang, Kabupaten Sumbawa Barat 30 orang, Kota Mataram 215 orang, Lombok Barat 400 orang, Kabupaten Lombok Utara 90 orang, Lombok Timur 660 orang dan Lombok Tengah 515 orang.

Setiap lansia mendapatkan bantuan senilai Rp2,7 juta yang diperuntukkan untuk dukungan keluarga dan perawatan sosial, terapi kesehatan serta pemenuhan kebutuhan dasar. Semua komponen ini diatur dan dipenuhi melalui LKS-LU tempat para Lansia bergabung sebagai warga penerima manfaat. Dana bantuan bersumber dari APBN Kemensos. (nas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here