BRT Untuk Penyandang Disabilitas Segera Dioperasikan

GM Perum Damri Mataram mengecek hidrolik BRT Disabilitas. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Bus Rapid Transit (BRT) akan melayani para penyandang disabilitas pekan ini mulai beroperasi. Salah satu BRT telah dimodifikasi oleh Perum Damri Mataram. General Manajer Perum Damri Mataram,  M. Adzani Wahyu Wibowo, Rabu, 30 September 2020 sedang memantau tenaga teknisnya menyelesaikan modifikasi interior dan ekterior satu dari 15 unit BRT yang dikelola.

Rencananya, 1 Oktober 2020 armada ini sudah dioperasikan melayani rute Pool Damri ke halte terminal Bertais, lalu Halte Bank NTB Syariah- Lapangan Bengkel- Dasan Cermen- Lapangan Karang Genteng-Bundaran Mataram Metro- TK. Busana Indah Gomong- SPMN 6 Udayana- Bundaran Eks Bandara Selaparang-Rembiga-Karang Baru- Cemara-Monjok Panda 7-Masjid Karang Taliwang-SLB N 1 Mataram- Majeluk-SLB A Selagalas- dan kembali ke Pool Damri.

Iklan

Jadwalnya, pagi mulai pukul 06.30 Wita dan 08.30 Wita. Siangnya pukul 12.00 Wita dan pukul 14.00 Wita. Dengan jarak tempuh 30 Km. Tangga turun naik dari titik pemberhentian dimodifikasi menggunakan hidrolik. Bagi penyandang disabilitas yang menggunakan kursi roda juga tak perlu repot. Bersama kursi rodanya diturunnaikkan secara otomatis.

BRT dalam keadaan pengangkutan normal, dapat memuat hingga 70 orang penumpang. Khusus untuk armada bagi penyandang disabilitas ini, kata Wahyu Wibowo, dapat menampung 10 penumpang dengan kursi roda. Dan 20 kursi untuk penumpang duduk. Inisiatif BRT khusus untuk para penyandang disabilitas ini adalah gagasan bersama Kepala Dinas Perhubungan NTB dan Kepala Bidang Perhubungan Darat. Mengingat jumlah penyandang disabilitas di NTB dianggap cukup banyak.

“Bus ini akan melayani secara gratis para penyandang disabilitas. Dapat memudahkan adik-adik kita yang bersekolah di SLB,” ujarnya. Bagian dalam bus ini terlihat cukup leluasa menampung jumlah penumpang 30 orang, plus kursi rodanya. Ada 15 BRT yang dioperasikan oleh Perum Damri Mataram. Di awal tahun, armada-armada jumbo ini digunakan untuk melayani anak-anak sekolah di Kota Mataram. Karena Covid-15, aktivitas sekolah terhenti sampai saat ini, BRT – BRT ini juga terpaksa beristirahat.

Perum Damri harus melakukan perawatan rutin. Minimal setiap hari menis harus dipanaskan. Biaya-biayanya disiapkan sendiri oleh Damri. Sebelumnya, beberapa di antara armada BRT ini juga dimodifikasi untuk kepentingan carter. Melayani kegiatan pariwisata ke destinasi wisata yang jalannya memadai masuk. “Sekarang istirahat total BRT-BRTnya,” demikian Wahyu Wibowo.

Ditempat terpisah, Sri Sukarni, Ketua Himpinan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Provinsi NTB menyampaikan apresiasinya atas kepedulian Pemprov NTB menyediakan fasilitas khusus angkutan umum bagi para penyandang disabilitas. Selama ini mereka yang terbatas secara fisik ini sangat kesulitas menggunakan angkutan umum. Apalagi yang menggunakan kursi roda. Harapannya, tidak saja di Kota Mataram, penyandang disabilitas juga mendapat pelayanan yang sama ke semua titik di daerah ini. (bul)