BRT Mulai Uji Coba Rute

Mataram (suarantb.com) – Bus Rapid Transit (BRT) atau Bus Trans Mataram yang dikhususkan untuk pelajar hari ini menjalani tes rute. Rute yang diujicobakan adalah rute Koridor IV, berangkat dari Jalan Jenderal Sudirman, Sayang-Sayang melewati Jalan Bung Hatta, Jalan Bung Karno menuju kawasan lingkar selatan. Bus kemudian kembali lagi ke Sayang-Sayang melewati Jempong, Pagesangan, Jalan Airlangga, Jalan Udayana dan Rembiga.

Dalam uji coba tersebut, pihak Dishubkominfo NTB juga mengajak pelajar dari beberapa SMA/SMK di Mataram untuk mencicipi rasanya menggunakan BRT. Para pelajar tersebut terlihat cukup tertarik dengan adanya BRT.

Iklan

Sebelumnya, Kepala Dishubkominfo NTB, Lalu Bayu Windya yang ditemui Jumat, 4 Nopember 2016 mengaku yakin pelajar akan tertarik untuk naik BRT.

“Kalau mereka lihat bus bagus, pasti semuanya ingin naik,” ujarnya optimis.

Dalam pemberitaan suarantb.com sebelumnya, beberapa siswa mengaku lebih memilih menggunakan motor daripada naik bus. Walaupun bus tersebut gratis. Namun hal berbeda diungkapkan salah seorang siswi MAN 2 Mataram, Silvi. Ia mengaku tertarik untuk menggunakan BRT jika memang gratis.

“Kalau ada bus gratis, saya mau saja naik. Kan lumayan hemat bensin juga. Apalagi bisa pulang bareng teman-teman sekolah, pasti seru,” ujarnya.

Hal yang mengkhawatirkan Silvi adalah BRT tidak akan melalui jalur pulangnya. Karena ia sama sekali belum mengetahui rute-rute yang akan dilewati BRT. Bahkan ia belum mengetahui adanya BRT yang gratis untuk pelajar selama bulan November dan Desember 2016.

Selain belum luasnya sosialisasi tentang BRT, keberadaan BRT juga dianggap akan mengancam eksistensi bemo kuning. Yang selama ini juga menjadi pilihan pelajar saat berangkat dan pulang sekolah. Untuk itu, Bayu mengatakan bemo kuning yang jumlahnya sekitar 40 di Kota Mataram  akan dijadikan feeder atau kendaraan pendukung BRT.

  Atap Bocor dan Eskalator Islamic Center yang Rusak Segera Diperbaiki

“Bemo kuning itu nanti kita jadikan kendaraan pendukung BRT. Karena bus terlalu besar untuk masuk ke jalan-jalan kampung atau komplek, nanti bemo kuning bisa masuk. Mungkin nanti bayar Rp 1.000 ongkosnya atau berapa,” jelasnya. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here