BRI Sarankan Masyarakat Cek Mandiri Penerima BPUM dari Sistem

Bayu Adityo. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah mulai menggelontorkan dana Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) melalui perbankan. Masyarakat diminta melakukan pengecekan secara mandiri melalui system yang telah disediakan. Dalam beberapa hari terakhir, terlihat antrean di kantor-kantor unit pelayanan bank. Terutama bank yang ditunjuk oleh pemerintah untuk penyaluran BPUM.

Masyarakat berbondong-bondong meminta kepastian dan mencairkan dana yang diberikan cuma-cuma oleh pemerintah sebesar untuk mengurangi dampak ekonomi akibat pandemi corona ini. Bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp2,4 juta diberikan pemerintah kepada para pelaku usaha mikro yang terdampak virus corona Covid-19. Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) diluncurkan Presiden Joko Widodo pada 17 Agustus 2020. Namun, masih ada yang belum mengetahui apa yang harus dilakukan ketika mendapatkan pemberitahuan mengenai bantuan tersebut.

Iklan

BRI ditunjuk oleh pemerintah sebagai bank penyalur BPUM, dan Perseroan telah mengirimkan SMS notifikasi kepada para penerima bantuan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasi. “Untuk membantu dan memudahkan masyarakat yang tidak menerima SMS notifikasi namun ingin mengetahui apakah dirinya mendapatkan bantuan atau tidak dapat mengakses website eform.bri.co.id/bpum,”  kata Pimpinan Cabang BRI Mataram, Bayu Adityo.

Kepada Suara NTB, Jumat, 23 Oktober 2020, mantan Pimpinan Cabang BRI Selong ini mengatakan, Provinsi NTB mendapat sebanyak 156.000 penerima berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM RI. “Rp375.3 miliar yang melalui BRI. Di NTB terlibat seluruh kantor cabang BRI, Mataram, Praya, Selong, Sumbawa, Bima,” katanya.

Dalam proses pencairan bantuan tersebut, Bayu menegaskan, BRI tetap mengedepankan penerapan protokol kesehatan Covid-19 untuk seluruh kantor BRI, yakni dengan melakukan pembatasan jumlah kepada warga yang hadir,  menerapkan sistem antrean, memberikan jarak pembatas, menyediakan hand sanitizer serta mengimbau  warga masyarakat untuk tidak membuat kerumunan.

“Karena BRI berkomitmen untuk memberikan perlindungan keamanan dan keselamatan bagi pekerja dan nasabah (people’s first) dalam menjalankan operasional dan aktivitas bisnisnya selama pandemi,” ujarnya. Calon penerima BPUM diharapkan agar tidak berbondong-bondong, aapalagi tidak mengindahkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Ditengah upaya keras pemerintah terus menekan penularan virus corona. (bul)