BPUM Tak Mampu Pulihkan Ekonomi Anggota Koperasi dan Pelaku UMKM

Iwan Setiawan. (Suara NTB/Uki)

Bima (Suara NTB) – Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) sebesar Rp1,2 juta yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat, ternyata tidak mampu memulihkan ekonomi warga terutama anggota Koperasi dan Pelaku UMKM yang terdampak pandemi Covid-19.

“Bantuan dari Pemerintah Pusat tidak bisa pulihkan ekonomi warga terutama anggota koperasi dan pelaku UMKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bima, Iwan Setiawan SE, Senin, 26 Juli 2021.

Iklan

Lebih lanjut Ia mengaku kondisi tersebut tidak hanya terjadi di wilayah Kabupaten Bima, namun secara nasional. Bahkan diluar wilayah Kabupaten Bima cukup parah karena ada kebijakan PPKM yang sangat ketat.

“PPKM di Kabupaten Bima sedikit longgar jika dibandingkan daerah Jawa dan Bali yang sangat ketat,” ujarnya.

Iwan menyebutkan berdasarkan data pihaknya tercatat kurang lebih sebanyak 298 koperasi di Kabupaten Bima dengan berbagai jenis kegiatan dan usaha. Dari ratusan jumlah itu yang terdampak paling parah koperasi simpan pinjam.

“Koperasi jenis simpan pinjam yang terdampak paling parah akibat pandemi ini,” ujarnya. Ia menjelaskan usaha simpan pinjam yang dijalankan tidak stabil. Pasalnya banyak warga yang enggan pinjam uang karena melihat kondisi pandemi sehingga modal tidak berjalan atau berputar.

“Usaha kredit koperasi simpan pinjam juga tidak lancar alias macet,” ujarnya. Sementara untuk UMKM, Iwan mengaku pihaknya mengusulkan sebanyak 48 ribu warga ke Pemerintah Pusat untuk mendapatkan BPUM. Meski sudah direalisasikan namun bantuan dianggap tidak membantu.

“BPUM bagi pelaku UMKM tidak cukup membantu. Karena percuma diberikan modal tapi usaha tidak berjalan normal karena PPKM,” ujarnya. Terlepas dari itu, Ia belum mengetahui adanya informasi jika Pemerintah Pusat akan memberikan bantuan tambahan bagi Pelaku Koperasi dan UMKM, karena sampai saat ini belum ada Juklak dan Juknis.

“Yang kami tahu, pengusulan BPUM sudah ditutup sejak bulan April 2021 kemarin dan sampai sekarang belum ada informasi apakah BPUM ini dilanjutkan atau tidak,” pungkasnya. (uki)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional