BPNT, Pemda Lotim akan Subsidi Rp50 Juta Per Bulan

Bupati Lotim H. M. Sukiman Azmy menggelar pertemuan terkait BPNT dan silaturahmi bersama pengusaha tembakau di Pendopo Bupati, Rabu,  24 April 2019. (Suara NTB/humas Lotim)

Selong (Suara NTB) – Pemkab Lombok Timur (Lotim) akan mendistribusikan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), terutama pada bulan Ramadhan nanti. Dalam penyaluran BPNT ini, Pemda Lotim siap mensubsidi anggaran sebesar Rp50 juta per bulan.

Demikian disampaikan Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy, MM., saat memimpin rapat koordinasi penyaluran BPNT di Pendopo Bupati, Rabu,  24 April 2019. Rapat ini dihadiri Asisten II Bidang Pembangunan dan Kesra, H. Sahabudin, Kepala Dinas Sosial (Disos), H. Marwan, Perwakilan BRI, Kepala Bagian Ekonomi dan Direktur PD. Selaparang Agro.

Iklan

Bupati menegaskan, mulai bulan Mei 2019, penyaluran BPNT yang sebelumnya dilaksanakan SDM PKH akan diambilalih pemda dengan menunjuk Selaparang Agro sebagai penyuplai barang BPNT sekaligus sebagai distributornya dengan surat penunjukan dari Pemda.

Terkait rekanan yang akan digunakan, bupati mengharapkan rekanan tersebut harus yang berkualitas, berintegritas, jujur, dan bertanggung jawab, sehingga program ini tepat sasaran. Selain itu, program ini benar-benar bisa mensejahterakan rakyat di Gumi Selaparang ini.

Sementara Kepala Disos Lotim, H. Marwan, melaporkan kesiapannya menyalurkan BPNT bulan ini dengan menyiapkan empat distributor yang siap melaksanakan kegiatan ini. Dua distributor dari wilayah utara, satu wilayah selatan dan satu wilayah tengah yang dikoordinasikan dengan BRI. Pihaknya mengaku sesegera mungkin akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat serta melaksanakan kebijakan ini.

Selesai rapat koordinasi BPNT, di tempat yang sama bupati juga menggelar silaturahmi dengan pengusaha tembakau dan para petani tembakau yang juga melibatkan Kapolres Lotim, AKBP. Ida Bagus Made Winarta,SIK. Silaturrahmi itu membahas bagaimana kebijakan pemerintah daerah ke depan kaitannya dengan permasalahan tembakau di Lotim. Karena selama ini pemerintah  disebutnya terkesan tidak banyak berbicara, sehingga ke depan harapnya terjalin hubungan yang harmonis bagi para petani dan pengusaha tembakau. (yon)