BPKBM Bubar, Bagaimana Nasib Guru PAUD?

Selong (Suara NTB) – Balai Pengembangan Kegiatan Belajar Masyarakat (BPKBM) NTB tahun 2017 sudah tidak ada lagi. Salah satu institusi di bawah Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB ini bubar, karena berdasarkan UU 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Bubarnya lembaga yang selama ini mengurus upaya peningkatan kompetensi tenaga guru tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menimbulkan tanda tanya besar, khususnya nasib guru PAUD ke depan.

Kepala BPKBM NTB, Junaidi mengakui selama ini sebagian besar guru PAUD belum sesuai harapan. Para guru PAUD ini diketahui merupakan lulusan SMA, bahkan ada yang lulusan sekolah dasar (SD). Hanya bermodal semangat, para guru PAUD ini mau mengembangkan pendidikan anak-anak usia dini.

Iklan

Secara kompetensi, guru PAUD tamatan SMA sederajat atau bahkan SD jelas tidak memiliki kemampuan untuk mengajar. Peranan BPKBM inilah selama ini bertindak untuk meningkatkan kualitas dan mutu para guru tersebut. Sementara se NTB jumlah guru PAUD mencapai 15 ribu orang. Jumlah yang sudah terlatih masih sangat kecil. Dalam lima tahun, dilakukan lima kali pelatihan dengan peserta masing-masing kabupaten hanya beberapa orang perwakilan. Alhasil, pelatihan yang sudah dilakukan ini pun belum bisa menjangkau keseluruhan jumlah guru.

Guru PAUD katanya masih perlu ditingkatkan kompetensinya, sehingga bisa lebih profesional. Mengacu pada Undang-undang 23, urusan PAUD kini menjadi kewenangan kabupaten dan tidak lagi menjadi kewenangan provinsi. Kewenangan provinsi adalah mengurus SMK dan SMA sederajat.

Menjadi tugas pokok pemerintah kabupaten/kota diharapkan bisa terus meningkatkan profesionalisme dari tenaga guru PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas) lainnya. Para guru PAUD juga diajari cara menyusun Rencana Pokok Pembelajaran (RPP) dan silabus yang mengantarkan proses belajar mengajar bisa lebih terarah. Selain itu diklat yang dilakukan ada diklat dasar dan diklat lanjutan, sehingga bisa menguasai.

  NTB Perlu Deteksi Dini Potensi Konflik

Khusus di Lotim saja yang terdaftar lembaga PAUD-nya mencapai 400 unit. Dihitung tiap desa pasti melebihi lebih dari satu lembaga PAUD. Diyakini jumlah keseluruhan PAUD di Lotim ini bisa mencapai 700-800 unit. Semuanya pun diyakini belum bisa disentuh, karena keterbatasan dana yang dikelola BPKBM.

Semangat mendirikan PAUD ini diakui cukup luar biasa. Sementara dari dukungan finansial sangatlah kurang. Akibatnya terlihat ada yang jalan namun tertatih-tatih. Ada yang eksis, karena manajemennya sudah bagus. (rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here