BPKAD Resmi Laporkan Dua Oknum Mantan Pejabat Lobar ke Polisi

H. Fauzan Husniadi. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemda Lombok Barat melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) resmi melaporkan dua orang oknum mantan pejabat ke aparat kepolisian resort Lobar (Polres). Oknum mantan pejabat ini dilaporkan atas dugaan penggelapan, penguasaan dokumen buku aset daerah dan pengeluaran dokumen daerah.

Kepala BPKAD Lobar, H. Fauzan Husniadi akhir pekan kemarin mengatakan pihaknya sudah melapor ke polres Lobar tanggal 6 Juli lalu. “Sudah kami Lapor ke Polres, ada tanda terima laporan dari polres,” kata Fauzan.

Iklan

Yang dilaporkan pihaknya kenapa dokumen (sertifikat) aset SMP 2 Gunungsari bisa keluar dari kantor atau brankas kantor Aset dulu. Karena dokumen ini ada di wilayah Kantor Pemda Lobar maka pihaknya melaporkan ke Polres Lobar.

Selain melaporkan pengeluaran dokumen, pihaknya juga sudah melapor tanggal 8 Juli terkait dugaan penggelapan atau penguasaan buku kuning aset. “Ada dua yang kami Laporkan,” tegas dia.

Pihak yang dilaporkan jelas dia, dua oknum mantan pejabat Lobar. Pihaknya sudah meminta baik-baik dengan bersurat ke oknum terkait. Diawal-awal menjabat pihaknya langsung bersurat ke oknum terkait untuk meminta dokumen tersebut. Namun tidak mau dikembalikan.

Pihaknya memiliki bukti berupa foto oknum mantan pejabat insial B memiliki buku kuning tersebut. Bukti Foto ini pun diserahkan ke Polres beserta surat laporan. “Kami lengkapi bukti berupa foto,” kata dia.

Sedangkan terkait dugaan peminjaman atau pengeluaran dokumen dari brankas daerah diduga dilakukan oknum mantan Pejabat insial S. Pihaknya tentu memiliki bukti surat pinjaman tersebut.

Peminjaman dokumen Sertifikat oleh oknum itu hanya untuk melihat kesesuaian fisik dan lokasi. Namun ia mempertanyakan, kenapa justru dibawa hilang sampai sekarang. Oknum yang mengeluarkan dokumen ini jelas dia,  adalah mantan pejabat aset.

  Pemda Lobar Laporkan Dugaan Penggelapan Dokumen Aset ke Polisi

Kasatreskrim Polres Lobar, AKP Dhafid Shiddiq mengatakan Bagian Aset (BPKAD Lobar) sudah melaporkan soal dugaan penggelapan dokumen aset. Pihaknya menerima surat resmi laporan tersebut dari BPKAD dengan logo surat Pemda dan instansi terkait.

“Yang dilaporkan terkait dugaan penggelapan dokumen masalah SMP,” terang dia.

Pihaknya tengah mempelajari laporan ini. Dokumen aset ini  belum diketahui dimana dan siapa yang menguasai. Karena itu pihaknya perlu melakukan penyelidikan lebih lanjut. Pihaknya sudah mendisposisi ke Kanit Tipikor.

Apakah masuk dugaan tipikor? Menurut dia belum tentu, karena tergantung hasil penyelidikan nantinya. Yang jelas kata dia, penyelidikan lebih lanjut dilakukan oleh unit tipikor. “Kami lakukan penyelidikan lebih lanjut,” jelas dia.

Penanganan masalah ini akan dikoordinasikan dengan Polresta Mataram, sebab lokasinya berada di wilayah Gunungsari masuk wilayah hukum Polres Kota Mataram.

“Kita menghargai laporan ke kami, dan kami terima. Kita lakukan penyelidikan. Kalau memang ada tindakpidananya dan kebetulan mungkin di wilayah kita, kami akan tindaklanjuti,” jelas dia.

Namun kalau memang hasil penyelidikan nantinya, ternyata lokasi kejadian perkara (TKP) maka akan dilimpahkan ke Satreskrim Poltesta Mataram. “Kebetulan Polres Mataram memonitor juga masalah tersebut nanti kami koordinasi,” jelas dia. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here