BPBD NTB dan Kabupaten/Kota Satukan Tekad Tangani Bencana

Suasana pembahasan penandatanganan kesepakatan memperkuat mitigasi bencana dipimpin Kepala BPBD NTB H. Ahsanul Khalik, dihadiri 10 BPBD kabupaten dan kota. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Tekad mewujudkan visi ‘’NTB Tangguh’’,  BPBD Provinsi NTB menggandeng BPBD Kabupaten dan Kota untuk bersama-sama sepakat  dalam upaya pengurangan risiko bencana. Hal ini ditandai dengan ditandatanganinya kesepakatan dalam penguatan mitigasi bencana dan penanggulangan bencana secara bersama, komprehensif dan terpadu.

Kesepakatan itu dituangkan dalam bentuk pernyataan kesepakatan bersama BPBD NTB dengan 10 kabupaten dan kota di NTB. Pernyataan kerjasama ini langsung ditandatangani oleh Kepala Pelaksana BPBD NTB H. Ahsanul Khalik, S.Sos,MH bersama 10 Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten dan Kota, berlangsung Rabu, 26 Februari 2020 di ruang pertemuan BPBD Provinsi NTB.

Iklan

Dasar kesepakatan itu, karena para kepala BPBD Kabupaten dan Kota di NTB menyadari bahwa daerah ini adalah wilayah rawan berbagai jenis bencana.  Bahkan dari 14 jenis bencana, 11 diantaranya ada di Provinsi NTB. Seperti, kekeringan, banjir, tanah longsor, angin puting beliung, gempa bumi, tsunami, gunung meletus dan berbagai bencana lainnya yang mengancam daerah.

Kepala Pelaksana BPBD NTB Ahsanul Khalik menyampaikan, wujud dari kesepakatan tersebut untuk melakukan penanggulangan bencana secara komprehensif dan terpadu. Kemudian memperkuat koordinasi dan sinergisitas yang dimulai dari mitigasi bencana dan  pelaksanaan penanggulangan bencana di kabupaten dan kota.

‘’Kesepakatan ini juga akan meningkatkan peran serta Pemprov NTB dalam pelaksanaan penanggulangan bencana di kabupaten dan kota. Serta sebagai upaya percepatan kegiatan pengurangan risiko bencana,’’ jelas Ahsanul Khalik.

Disampaikan Khalik, dengan kesepakatan tersebut, akan mempermudah dalam kecepatan dan ketepatan penanganan dan penanggulangan bencana. Karena dampaknya diyakini menghadirkan sikap kebersamaan. ‘’Karena masing-masing daerah bisa menjadi daerah  penyangga bencana bagi daerah lainnya,’’ ujarnya.

Daerah penyangga bencana yang dimaksudnya adalah, daerah berdekatan yang selalu siap membantu daerah yang ditimpa bencana. ‘’Misalnya bila terjadi bencana di Kota Bima, maka Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu bisa langsung memberikan bantuan atau sebaliknya,’’ katanya mencontohkan.

Di samping itu, program BPBD Provinsi akan dirasakan langsung oleh kabupaten dan kota dengan pelaksanaan yang disinergikan dengan program BPBD Kabupaten dan Kota.

‘’Ini salah satu tujuan kita, agar bencana bisa cepat ditangani secara bersama-sama. Apalagi kita NTB adalah daerah yang rawan bencana dan sejak pra bencana kita sudah bisa melakukan upaya mitigasi bencana  secara bersama-sama,’’ paparnya.

Disampaikannya, bantuan bisa dalam bentuk apa saja, baik personel maupun sarana, prasarana serta peralatan dan logistik. Tak hanya itu, kesepakatan juga menekankan untuk memperkuat koordinasi antar BPBD.

‘’Komitmen ini untuk mempermudah penanganan bencana di daerah. Terjadi bencana langsung keroyokan menanganinya. Tidak hanya saat bencana tetapi juga sebelum dan pascabencana,’’ ungkapnya.

‘’Ke depan kami akan bekerja, bersinergi sesuai dengan apa yang telah disepakati,’’ pungkas Ahsanul Khalik. (ars)