BPBD NTB Antisipasi Krisis Air Bersih

H. Ahmadi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Musim kemarau yang diperkirakan akan mulai pada Juli mendatang, menjadi atensi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB. Khususnya potensi krisis air bersih di sejumlah kawasan, terutama di Lombok bagian selatan seperti tahun-tahun sebelumnya.

Plt. Kepala BPBD NTB, Ir. H. Ahmadi,SP1 menerangkan, pihaknya bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyampaikan potensi kekeringan tersebut agar menjadi atensi masing-masing Pemda. Terutama untuk memaksimalkan persiapan jika kekeringan parah terjadi seperti tahun sebelumnya.

Menurutnya, langkah antisipasi memang harus mulai disiapkan. Mengingat ketersediaan air bersih terbilang cukup penting untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk di tengah pandemi virus Corona (Covid-19) yang mensyaratkan masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat, salah satunya dengan rajin mencuci tangan.

‘’Kita ini akan segera memasuki musim kemarau. Nanti sekitar bulan Juli ini akan terasa musim kemaraunya. Tentu akan banyak kawasan-kawasan yang mengalami rawan air bersih,’’ ujarnya saat dikonfirmasi, Senin, 8 Juni 2020.

Menurutnya, Pemda harus mulai menyiapkan anggaran untuk penanggulangan krisis air bersih. Dengan begitu, dapat disesuaikan pemangkasan anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19 yang sedang dilakukan.

Pasalnya, penanggulangan krisis air bersih juga diakui membutuhkan alokasi anggaran yang cukup besar. Terutama untuk pendistribusikan air bersih kepada masyarakat di wilayah terdampak nantinya.

Selain itu anggaran tersebut juga penting disiapkan untuk menanggulangi potensi bencana alam lainnya yang belum diperhitungkan. ‘’Jangan sampai anggaran dan energi kita ini habis untuk Covid. Sementara bencana alam yang lain belum diperhitungkan,’’ ujarnya.

Di sisi lain, kondisi pada Juni saat ini disebutnya masih cukup stabil. Ditandai dengan belum adanya daerah yang mengalami krisis air bersih, dengan sumber air bersih untuk warga yang masih tersedia.

Untuk antisipasi, BPBD NTB juga sudah menyiapkan armada yang akan ditugaskan untuk mendistribusikan air bersih kepada warga nantinya. ‘’Kalau di bulan Juni ini masih basah. Sumur-sumur di kawasan krisis air bersih masih ada. Kita hanya menyiapkan armada tangki air saja.  Pemerintah harus menyiapkan anggaran agar mobil tangki ini bisa berjalan juga,’’ jelasnya. (bay)