BPBD Mulai Distribusikan Air ke Bima dan Lotim

Mataram (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Derah (BPBD) mulai mendistribusikan air bersih ke sejumlah daerah yang mulai mengalami krisis air akibat kekeringan. Dua daerah yang langganan krisis air seperti di Lombok Timur,  Bima dan Dompu, mulai dikirimkan bantuan air bersih.

Daerah yang didistribusikan seperti Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur. Sejumlah desa di sana, dikirimkan air bersih dengan tangki milik BPBD Lombok Timur. ‘’Mulai  Selasa, 22 Mei 2018, sudah dilakukan droping air bersih ke sejumlah daerah di Kecamatan Jerowaru. Memang selama ini daerah itu yang langganan kekeringan,” kata Kabid Kedaruratan dan  Logistik BPBD NTB, Agung Pramuja kepada Suara NTB, Jumat, 25 Mei 2018.

Iklan

Sasaran distribusi itu di Desa Sekaroh. Sebelumnya atas permintaan kepala desa setempat karena warganya mulai mengalami kekurangan air bersih. Setelah disetujui, BPBD Lombok Timur menerjunkan dua tangki air bersih.

‘’Pendistribusian air bersih disalurkan di Dusun Talone dan  Dusun Sunut, Desa Sekaroh. Masing masing satu tangki air bersih,’’ sebut Agung.

Menurut rencana, distribusi air bersih akan berlanjut hingga akhir pekan. Sebab masih ada yang belum terjangkau seperti Dusun Ujung Ketangga, Desa Sekaroh.

Sementara di Kabupaten Bima, konsentrasi distribusi air dilakukan di Kecamatan Woha. Sesuai laporan dari Kalak BPBD Bima, H. Taufik Rusdi, sebelumnya sudah dilakukan inventaris pada desa yang paling membutuhkan di Kecamatan Woha. ‘’Sehingga mulai Senin (21/5) kemarin, sudah dikirim tangki air ke sejumlah mushala di Woha,’’ kata Agung.

Disebutkan, permintaan air juga datang dari Desa Sanolo, Kecamatan Bolo dan Desa Rade. Pihak BPBD setempat mengirimkan dua tangki air ke dua desa tersebut. Saat ini tim BPBD setempat terus melakukan pemantauan untuk mengecek kondisi terdampak kekeringan di sejumlah kecamatan, sambil menunggu permintaan dari pihak desa.

Agung menambahkan, dari 281 desa di NTB terdampak kekeringan sesuai data 2017, baru empat desa itu yang mengajukan permintaan air bersih. Selebihnya masih ditunggu sampai melewati masa transisi dari musim hujan ke kemarau.

 Pada penjelasan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis potensi kekeringan  atau Hari Tanpa Hujan (HTH) berturut – turut.  Sesuai hasil monitoring, update dasarian (10 hari berturut turut) dua Bulan Mei 2018,  NTB menunjukkan HTH pada kategori menengah hingga sangat panjang selama 60 hari.

Data BMKG per Senin, 21 Mei 2018, beberapa wilayah dengan kategori sangat panjang, di antaranya Kota  Mataram untuk Kecamatan Ampenan. Lombok Tengah (Loteng) untuk Mantang, Batukliang, Puyung, Jonggat, Kopang, Praya. Aikmual, Penujak, Selong Belanak, Darek, Batu Nyala, Mujur, Mujur dua, Bilelando, Mertak, Pujut.

Lombok Timur (Lotim), di antaranya  Sambelia, Karang Baru Timur, Wanasaba. Labuhan Haji, Montong Gading, Kotaraja, Rensing, Sakra Barat, Kokok Putih Sembalun, Sukamulia.

Sedangkan Lombok Utara, Kecamatan Gangga, Sambik Bangkol.

Di Pulau Sumbawa, diantaranya untuk wilayah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) potensi kekeringan terjadi di Batulanteh, Labangka, Sukadamai. Sementara di Sumbawa Besar, seperti Utan, Labuhan Badas, Lape, Sebewe, Moyo Utara dan Plampang.

Untuk Kabupaten Dompu, kekeringan terjadi di Kecamatan Pajo. Sementara Kabupaten Bima, di antaranya Madapangga, Bolo, Sape. Terakhir, Kota Bima di Kelurahan  Ssakota, Kolo, Rasanae dan Raba. (ars)