BPBD KSB Tetapkan Tanggap Darurat Hujan Angin

Salah satu rumah warga di lingkungan KTC Kelurahan Kuang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang rusak setelah diterjang angin kencang, baru-baru ini. (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menetapkan status tanggap darurat bencana hujan dan angin kencang. Penetapan status darurat selama tiga hari ke depan diambil BPBD menyusul kejadian cuaca buruk tersebut pada Rabu lalu, yang telah merusak puluhan rumah warga.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Danlog) BPBD KSB, Hendra Adiwinata, S.Pd menjelaskan, berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kondisi cuaca yang sama diprediksi masih akan terjadi di wialayah KSB dalam beberapa hari ke depan.

Iklan

“Sebagai langkah antisipasi, makanya kami tetapkan status tanggap darurat,” terangnya kepada wartawan, Kamis, 19 Desember 2019.

Cuaca buruk berupa hujan disertai angin kencang itu terjadi merata di 8 kecamatan. Pantauan BPBD KSB pasca kejadian Rabu lalu, kerusakan rumah warga yang ditimbulkan terjangan cuaca ekstrem itu paling banyak terjadi di kecamatan Taliwang dan Seteluk.

Di dua kecamatan ini, menurut data sementara BPBD KSB terdapat sekitar 20 rumah warga mengalami rusak sedang dan puluhan lainnya lagi rusak ringan. Adapun bentuk kerusakan rumah warga rata-rata terjadi pada bagian atapnya. Hendra menyebutkan, angin kencang yang bertiup selama hujan lebat saat itu merusak atap rumah warga yang kebanyakan berbahan spandek (seng).

“Rata-rata yang berbahan spandek yang rusak sedang berdasarkan versi kami BPBD. Kalau rusak ringan paling beberapa gentengnya saja yang terbang,” urainya seraya menambahkan pihaknya masih terus melakukan pendataan kerusakan rumah warga.

“Datanya belum final ya. Mungkin masih bisa bertambah karena anggota kami masih terus mendata di lapangan,” sambung Hendra.

Terhadap warga yang rumahnya mengalami kerusakan, BPBD sendiri telah menurunkan bantuan. Hendra menuturkan, di hari yang sama pihaknya telah menyalurkan bantuan berupa terpal untuk menutupi sementara bagian atap rumah warga yang rusak.

“Hanya terpal saja yang dibutuhkan. Kalau lainnya warga korban mengaku tercukupi kok,” klaimnya.

Selain rumah warga yang rusak, hujan deras disertai angin kencang juga banyak menumbangkan pepohonan di sejumlah ruas jalan. Hendra mengaku, hingga hari ini amggotanya masih turun lapangan melakukan pembersihan.

“Prosesnya pembersihannya kami akui agak lambat ya. Karena selain yang tumbang menghalangi jalan jumlah pohonnya cukup banyak. Kami juga sekaligus membersihkan yang berpotensi tumbang. Padahal kami hanya punya satu tim lapangan saja untuk tugas itu,” ungkapnya.

Sementara itu ditanya mengenai total kerugian yang ditimbulkan oleh hujan disertai angkn kencang pada Rabu lalu itu. Hendra menyatakan, pihaknya belum bisa menghitungnya. Selain karena pendataan masih berlangsung, status kerusakan yang disematkan pihaknya pada rumah warga yang rusak hanya berdasarkan versi BPBD.

“Mungkin nanti Dinas PU  yang bisa merinci kerugiannya. Kalau kami kan tidak tahu teknis bagaimana cara menghitung keruskan-kerusakan bangunan (rumah) seperti itu,” pungkas Hendra.(bug)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional