BOR Ruang ICU Tiga Kabupaten/Kota di Atas 60 Persen

H. Lalu Hamzi Fikri (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB mencatat sebanyak tiga kabupaten/kota dengan tingkat keterisian tempat tidur ruang ICU atau intensif di atas 60 persen. Secara keseluruhan BOR tempat tidur ICU di NTB sebesar 58,3 persen.

Tiga kabupaten/kota dengan tingkat keterisian tempat tidur ICU di atas 60 persen, yaitu Bima sebesar 77,8 persen, Kota Mataram 71,2 persen dan Dompu 60 persen. Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, M.M., MARS., kemarin mengatakan tindakan yang harus dilakukan Pemda, yaitu perlu penambahan tempat tidur ruang intensif, sarana prasarana dan Sumber Daya Manusia (SDM).

Iklan

Sedangkan keterisian tempat tidur ruang ICU kabupaten/kota lainnya di NTB berada di bawah 40 persen. Seperti Lombok Tengah sebesar 35,7 persen, Sumbawa 33,3 persen, Lombok Barat 25 persen, Lombok Timur 25 persen, Sumbawa Barat, Lombok Utara dan Kota Bima nol.

Fikri menyebutkan, jumlah tempat tidur ruang ICU di NTB sebanyak 206. Sedangkan tempat tidur isolasi sebanyak 1.306 di seluruh rumah sakit di NTB. Sementara, jumlah ruang isolasi di rumah sakit darurat sebanyak 222 tempat tidur.

Disebutkan, BOR ruang isolasi di NTB sebesar 40,9 persen. BOR ruang isolasi di NTB berada di bawah rata-rata nasional yang mencapai 75,6 persen. BOR ruang isolasi tertinggi berada di Sumbawa sebesar 55,3 persen, Lombok Barat 48,8 persen, Sumbawa Barat 47,7 persen, Lombok Timur 44,4 persen, Kota Mataram 41,4 persen, Bima 36,7 persen, Dompu 34,7 persen, Lombok Tengah 34,2 persen, Lombok Utara 22,8 persen dan Kota Bima 14,6 persen.

Sementara itu, BOR total di NTB sebesar 43,3 persen. Dengan rincian, Sumbawa 53,9 persen, Bima 52,1 persen, Lombok Barat 46,7 persen, Kota Mataram 46,4 persen, Lombok Timur 42,3 persen, Sumbawa Barat 42 persen, Dompu 36,3 persen, Lombok Tengah 34,4 persen, Lombok Utara 21 persen dan Kota Bima 14,5 persen.

Bagi kabupaten/kota dengan angka BOR di atas 60 persen diminta mengantisipasi lonjakan kasus. Pemda perlu menyiapkan konversi tempat tidur rumah sakit minimal 50 persen dan menyiapkan rumah sakit darurat.

Fikri mengatakan dengan peningkatan kasus Covid-19 saat ini, BOR tempat tidur di rumah sakit di NTB masih aman. “Yang kita jaga, jangan sampai BOR penuh. Sekarang semua masih kondisi hijau,” katanya.

Namun, ia juga mengingatkan jangan semata-mata mengandalkan kapasitas tempat tidur di rumah sakit. Tetapi masyarakat diminta memperkuat penerapan protokol kesehatan (prokes) untuk menekan jumlah lonjakan kasus. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional