Bom Surabaya, Tujuh Negara Keluarkan Imbauan Bepergian

Mataram (Suara NTB) – Rentetan teror bom bunuh diri di Surabaya, Jawa Timur (Jatim) dikhawatirkan akan berdampak terhadap pariwisata NTB. Apalagi, berdasarkan rilis Kementerian Pariwisata (Kemenpar), tujuh negara telah mengeluarkan travel advice (imbauan bepergian) kepada warganya. Tujuh Negara itu, Inggris, Australia, Amerika, Tiongkok, Hong Kong, Singapura dan Irlandia.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, H. L. Moh. Faozal, S. Sos, M. Si yang dikonfirmasi Suara NTB, Senin, 14 Mei 2018, mengaku memang sudah ada beberapa negara yang mengeluarkan travel advice berdasarkan rilis dari Kemenpar. Keluarnya travel advice ini sedikit tidak akan berdampak terhadap kunjungan wisatawan ke NTB.

Iklan

“Pasti ada dampak. Saya kira harus ada segera upaya konkret dari kita semua. Untuk meyakinkan wisatawan bahwa kita, NTB aman,’’ kata Faozal.

Menurutnya, semua stakeholders terkait di daerah ini harus melakukan langkah-langkah konkret. Meskipun di Surabaya atau Jakarta terjadi aksi teror, namun di NTB tetap aman. Jangan sampai, kata Faozal, travel advice tersebut ditingkatkan menjadi travel warning (larangan bepergian).

Dari tujuh negara yang mengeluarkan travel advice tersebut, ada beberapa negara seperti Australia yang menjadi  salah satu penyumbang kunjungan wisatawan mancanegara terbesar di NTB. Untuk itu, lanjut Faozal, perlu ada upaya untuk meyakinkan wisatawan atau biro perjalanan yang akan membawa wisatawan ke daerah ini bahwa NTB tetap aman.

‘’Jangan sampai  ada travel warning, berarti ada beberapa negara sumber wisatawan kita yang berpengaruh. Kita yakinkan orang bahwa kita ini aman, pelaku wisata terlibat, media terlibat. Artinya kita aman,’’ tandas mantan Kabag Humas dan Protokoler Setda NTB ini.

 

Travel advice atau saran bepergian adalah rilisan resmi pemerintah pusat kepada warga negaranya yang sedang atau ingin bepergian ke suatu negara. Travel advice sekadar berupa saran mengenai keamanan di suatu negara atau daerah, nomor penting untuk dihubungi, dan informasi terbaru.

Sementara itu, travel warning adalah larangan bepergian yang dikeluarkan oleh suatu negara kepada warganya untuk berkunjung ke negara tertentu. Dua-duanya tentu berdampak pada kunjungan wisatawan karena keselamatan adalah hal yang paling utama dalam dunia pariwisata. Banyak turis yang takut untuk berkunjung jika negaranya sudah mengeluarkan travel advice, apalagi travel warning. 

Kementerian Pariwisata terus melakukan pemantauan serta terus berkoordinasi dengan semua pihak untuk memastikan ekosistem pariwisata dalam keadaan kondusif. Tim Manajemen Krisis Kepariwisataan terus melakukan pemantauan kesiapan aksesibilitas, amenitas, dan atraksi wisata di Jawa Timur dan Surabaya agar tetap berjalan normal.

Kemenpar menghargai Travel Advice yang dikeluarkan beberapa negara seperti Inggris, Australia, Amerika, Tiongkok, Hong Kong, Singapura, dan Irlandia. (nas)