Bolos, 17 Pelajar SMA/SMK Diangkut Satpol PP NTB

Mataram (suarantb.com) – Sebanyak 17 pelajar dari sejumlah SMA/SMK di Kota Mataram diangkut Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) NTB, Selasa, 22 Agustus 2017. Belasan siswa ini terjaring razia karena keluyuran pada saat jam sekolah.

Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang Trantibum Satpol PP NTB, Rasyidin ketika dikonfirmasi suarantb.com, Selasa, 22 Agustus 2017. Ia menjelaskan, mulai 2017 ini, pengelolaan sekolah jenjang SMA/SMK dan SLB berada di bawah Pemprov NTB.

Iklan

Sehingga, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi telah memerintahkan Satpol PP untuk memantau anak sekolah yang bolos. “Kita diminta oleh pak Gubernur untuk memantau keadaan anak-anak kita. Karena memang ada laporan dari masyarakat bahwa anak-anak ini banyak tidak  masuk sekolah dan bolos,” ujarnya.

Dari laporan masyarakat yang diterima Satpol PP NTB, kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan razia pada dua lokasi. Yakni warung kopi di Taman Udayana dan dekat Rembiga Kota Mataram. “Dari razia, ada 17 siswa bolos terjaring,” kata Rasyidin.

Semua siswa yang terjaring razia ini berada dari beberapa sekolah di Kota Mataram. Seperti SMK 1 Mataram, SMK 2 Mataram, SMA 2 Mataram, SMA 5 Mataram, SMA Saraswati dan SMA Muhammadiyah Mataram.

“Kita sudah buat BAP (Berita Acara Pemeriksaan) termasuk membuat surat pernyataan, bahwa  mereka tak mengulangi lagi perbuatannya,” katanya.

Hasil BAP Satpol PP ini kemudian disampaikan kepada pihak sekolah. Pihak sekolah juga diminta menjemput siswanya yang keluyuran pada jam belajar. Selain itu, siswa yang bolos itu juga dipanggil orang tuanya untuk menjemput.

“Kita harapkan mereka tak mengulangi lagi. Kita juga  dorong mereka (pihak sekolah) lebih intens mengawasi. Karena razia ini akan berkelanjutan, ini baru pertama kita lakukan banyak yang terjaring,” pungkasnya. (nas)