Boleh Membangun, Ini Yang Harus Dilakukan Penerima Bantuan Gempa

Kadis Perkim NTB, IGB. Sugihartha (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Warga korban gempa diperbolehkan memperbaiki atau membangun kembali rumahnya lebih dulu tanpa harus menunggu cairnya dana bantuan stimulan dari pemerintah pusat. Dana bantuan stimulan dari pemerintah pusat dapat diklaim belakangan setelah rumah warga terbangun dan siap ditempati.

‘’Masyarakat itu ketika ada dananya, lebih dulu membangun boleh. Tapi hati-hati. Jangan sampai rumah yang dibangun itu tidak tahan gempa, tidak bisa dicairkan nanti dana bantuannya,’’ ujar Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) NTB, Ir. IGB. Sugihartha, MT dikonfirmasi di Mataram, Kamis, 25 Oktober 2018 kemarin.

Iklan

Sugihartha memberikan saran kepada masyarakat yang ingin membangun rumahnya lebih dulu, sebelumnya harus konsultasi dengan Kementerian PUPR yang ditugaskan di NTB. Nanti masyarakat mengajukan model rumah yang akan dibangun, terpenting tahan gempa. Ia mengingatkan masyarakat jangan sampai membangun tapi tidak tahan gempa.

‘’Intinya boleh membangun lebih awal tetapi rumah harus tahan gempa. Supaya tahan gempa, pastikan konsultasi lebih awal di PUPR, tim Rekompak,’’ ujarnya.

Jika masyarakat ingin membangun Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha), tinggal membeli panel-panelnya. Untuk Risha, dipastikan sudah tahan gempa. Dengan cara seperti ini diharapkan ada percepatan pembangunan rumah korban gempa yang jumlahnya lebih dari 83 ribu unit rusak berat.

Hingga saat ini, baru lima unit rumah yang terbangun di NTB. Terdapat di Lombok Barat satu unit dan Lombok Timur empat unit. Sementara seratusan unit lainnya sedang dalam proses pembangunan.

Pemerintah sudah memastikan akan memberikan dana bantuan stimulan kepada korban gempa untuk memperbaiki rumahnya. Untuk warga yang rumahnya rusak berat akan diberikan bantuan Rp50 juta per unit. Sedangkan rusak sedang dan ringan masing-masing Rp25 juta dan Rp10 juta per unit.

Berdasarkan data Bank Rakyat Indonesia (BRI) per 19 Oktober lalu, rekening warga yang sudah terisi dana bantuan stimulan sebanyak 31.766 rekening. Dengan rincian, Kota Mataram 1.355 rekening, Lombok Barat 1.817 rekening, Lombok Utara 13.388  rekening, Lombok Tengah 1.084 rekening. Lombok Timur 10.965 rekening, Sumbawa 1.076 rekening dan Sumbawa Barat 346 rekening.

Sementara yang sudah dicairkan sebanyak 268 Pokmas atau 4.335 KK yang tersebar di tujuh kabupaten/kota. Kota Mataram 8 Pokmas atau 99 KK, Lombok Barat 7 Pokmas atau 100 KK. Lombok Utara 6 Pokmas atau 62 KK, Lombok Tengah 50 Pokmas atau 519 KK, Lombok Timur  126 Pokmas atau 1.324 KK. Kabupaten Sumbawa 15 Pokmas atau 150 KK dan Sumbawa Barat 56 Pokmas atau 2.081 KK. (nas)