Bocah Tujuh Tahun Tewas Tersengat Listrik Tegangan Tinggi

Jajaran Polsek Kota merentangkan garis polisi di sekitar TKP tewasnya bocah tersengat listrik tegangan tinggi, Selasa, 20 Oktober 2020. (Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Seorang bocah di Lingkungan Swete Kelurahan Bali Satu, Muhammad Aksa (7) tewas tersengat listrik tegangan tinggi, Selasa, 20 Oktober 2020, pukul 09.00 Wita.

Peristiwa naas itu dialaminya saat bermain di atas kolam pemandian plastik, tepatnya di lantai II rumah yang kebetulan berada di bawah bentangan kabel Sutet milik PLN.

Iklan

Kapolsek Dompu, Ipda Kadek Suadaya, S. Sos., dikonfirmasi Suara NTB membenarkan insiden tersengatnya bocah tersebut.

Menurut pengakuan keluarga, korban bersama sang kakak yakni Akbar (10), naik keatas lantai II rumah yang belum rampung dibangun itu untuk berenang di atas kolam plastik mainan.

Saat Akbar menghubungkan selang untuk pengisian air, ia terkejut melihat adiknya terkapar oleh sengatan listrik yang terbentang diatas mereka.

“Ketika kembali ia terkejut melihat adiknya tergeletak akibat tersengat aliran listrik dari kabel besar milik PLN. Kabel tersebut terbentang di atas rumah mereka dengan jarak sekitar 1,5 meter,” ungkapnya.

Atas insiden tersebut, Akbar sontak teriak meminta pertolongan. Dengan berbagai upaya, keluarga dan warga sekitar berhasil mengevakuasi korban. Bahkan sempat membawanya ke rumah sakit untuk mendapat perawatan intensif. Namun demikian, nyawanya tak bisa diselamatkan.

“Setelah diperiksa tim medis rumah sakit korban dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.

Menindaklanjuti kejadian itu, lanjut Kapolsek, pihaknya telah menerjunkan tim untuk mengamankan tempat kejadian perkara. Petugas kemudian memasang garis polisi guna menghindari munculnya korban baru.

Informasi yang dihimpun Suara NTB, dalam setahun terakhir ini ada sekitar tiga kasus sengatan listrik tegangan tinggi yang terbentang di atas rumah. Satu diantaranya menimpa buruh bangunan yang tengah mengerjakan rumah di Kelurahan Bali Satu.

Kejadian lainnya menimpa pemilik tokoh barang pecah belah di Jalan Abubakar Ahmad Desa Matua. Atas kejadian tersebut mereka terpaksa dilarikan ke rumah sakit umum daerah. (jun)