Bocah Lumpuh, Pemdes Pemongkong Bantah Tak Peduli

Mataram (suarantb.com) – Terkait Rizki bocah penderita penyakit lumpuh di Dusun Jelok Buso Desa Pemongkong Kecamatan Jerowaru Lombok Timur, pemerintah desa (Pemdes) setempat membantah tidak memiliki kepedulian.
Kepala Desa Pemongkong, Abdul Hanan mengaku pihak desa telah memberikan petunjuk dan mengarahkan orang tua bocah tersebut untuk berobat ke dokter. Berbeda dengan pengakuan Sumainah, ibu dari bocah umur lima tahun tersebut yang mengatakan pihak desa kurang peduli dengan putranya.
“Kita sudah mengarahkan dan memberi petunjuk, tapi ibu ini kan maunya kita aktif kemana saja kita harus ikut menemani. Sementara banyak pekerjaan lain,” ujarnya kepada suarantb.com lewat ponsel, Sabtu, 17 September 2016.
Hanan juga bercerita bahwa pihak di kecamatan Jerowaru telah mencatat keberadaan Rizki sebagai bocah lumpuh dan kurang mampu. Rizki sudah termasuk dalam antrian sebagai anak yang butuh pengawasan khusus.
Hanan juga menjelaskan tradisi masyarakatnya yang sering menggunakan jasa dukun dan jarang percaya pada pengobatan oleh dokter. Dan masyarakat Jerowaru rata rata orang yang kurang mampu, dan pihak desa berusaha mengatasi masalah kesehatan lewat Posyandu dan Polindes.
“Kita punya catatan anak-anak yang kurang baik termasuk Rizki. Ia termasuk masyarakat kurang mampu, tapi tidak miskin-miskin amat sih,” ungkap Hanan.
“Masyarakat di sini masih sering ke dukun, bawa ke sini bawa ke situ, eksekusinya ke dukun. Sementara kalau kita banyak pekerjaan, tugas kita banyak,” tambahnya.
Hanan membantah dan menyayangkan pernyataan Sumainah yang menyebut pihak desa tak pedulu. Pasalnya pihak desa telah mempersiapkan dana untuk persalinan warga sebesar Rp 4-5 juta pertahun. Namun warga desa kata Hanan masih banyak yang memilih untuk melahirkan di luar desa.
“Kita menyiapkan dana Rp 4-5 juta pertahun, jika ada yang melahirkan ke Polindes. Jadi desa nanti yang bantu. Namun banyak yang melahirkan ke bidan di luar, kenapa tidak di bidan desa saja,” ungkapnya. (ism)

Iklan