Bobot Nilai 60 Persen, Hasil Tes SKB Tentukan Kelulusan CPNS Pemprov NTB

Ilustrasi seleksi CPNS. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS Pemprov NTB direncanakan 28 Maret mendatang. Namun, jadwal tersebut masih bersifat tentatif karena bisa mundur sampai awal April 2020.

Hasil tes SKB sangat menentukan pelamar yang lulus menjadi CPNS. Pasalnya, bobot nilai SKB porsinya  60 persen dalam penentuan kelulusan pelamar menjadi CPNS.

Iklan

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Drs. H. Adam, MM menjelaskan, Pemprov NTB dan Pemda kabupaten/kota termasuk kementerian/lembaga masih menunggu jadwal pasti pelaksanaan SKB dari Panselnas. Dalam jadwal yang telah dibuat bahwa memang tes SKB direncanakan 28 Maret 2020.

‘’Tanggal itu dia mulai atau mundur dua atau tiga hari dari tanggal 28 Maret. Karena ini masih sangat tentatif. Bisa saja berubah. Kalau dia tidak  mulai tanggal 28 Maret, mungkin mundur jadi tanggal 1 atau  2 April. Kita hanya menerima keputusan dari pusat,’’ kata Adam dikonfirmasi Suara NTB, Rabu, 4 Maret 2020 siang kemarin.

Namun, kata Adam, kemungkinan jadwal SKB dimajukan dari tanggal 28 Maret tidak memungkinkan. Karena Pemerintah Pusat dalam hal ini Panselnas masih sangat sibuk. Sehingga kemungkinan jadwal SKB  akan mundur dari 28 Maret sangat mungkin terjadi. Tetapi, jadwal SKB kemungkinan akan mundur satu atau dua hari dari yang direncanakan.

Pelaksanaan tes SKB CPNS NTB tahun 2019, jelas Adam sama dengan pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Di mana, pelamar yang ikut SKB juga menggunakan tes berbasis komputer atau  Computer Assisted Test (CAT).

Adam menyebutkan, bobot nilai SKB jauh lebih besar dibandingkan SKD dalam menentukan pelamar yang lulus menjadi CPNS. Untuk SKB, bobot nilainya 60 persen sedangkan SKD sebesar 40 persen. ‘’Itu makanya poin SKB lebih besar dari SKD,’’ tandasnya.

Berdasarkan rekapitulasi sementara yang dilakukan BKD NTB, sekitar 944 pelamar yang berhak ikut SKB dari 3.650 peserta yang lulus passing grade dalam SKD beberapa waktu lalu. Kepala Bidang Mutasi Pegawai BKD NTB, Raisah, SE, MM menyebutkan, jumlah formasi CPNS Pemprov NTB yang berpotensi tidak akan terisi semakin bertambah.

Karena ada 23 formasi CPNS Pemprov NTB yang tidak ada peserta tes SKD yang memenuhi passing grade. Selain itu, ada 35 formasi CPNS Pemprov NTB yang tidak ada pelamarnya. Sehingga total jumlah formasi CPNS Pemprov NTB yang tidak terisi dalam penerimaan CPNS 2019 menjadi 58 formasi.

Rincian 23 formasi CPNS Pemprov yang tidak ada peserta SKD memenuhi passing grade, yakni guru Agama Islam SLBN 1 Lombok Utara, Guru Agama Islam SMAN 1 Maronge, Guru Bahasa Inggris SLBN 1 Dompu, Guru Nautika Kapal Penangkap Ikan SMKN 1 Tarano, Guru Penjasorkes SMAN 1 Lape, SMAN 1 Lunyuk dan SMAN 1 Plampang.

Kemudian, Guru Seni Budaya SMAN 1 Utan, Guru SLB SLBN 1 Lombok Barat, SLBN 1 Sumbawa dan SLBN 2 Sumbawa. Guru Teknik Kendaraan Ringan SMKN 1 Buer, 4 formasi  Guru TIK SMAN 1  Sumbawa dan 1 Guru TIK SMKN 1 Pringgabaya. Selanjutnya Dokter Spesialis penyakit dalam RS. HL. Manambai Abdul Kadir, psikolog klinis RSUD NTB dan sanitarian RS Mata NTB.

Sedangkan 35 formasi CPNS Pemprov yang tidak terisi karena tak ada pelamarnya, antara lain satu formasi guru nautika kapal niaga di SMKN 1 Alas, guru nautika kapal penangkap ikan SMKN 1 Lopok,  guru TIK di SMAN 2 Bayan. Kemudian 6 formasi guru prakarya dan kewirausahaan, masing-masing satu formasi di SMAN 1 Labangka, SMAN 1 Moyo Utara, SMAN 1 Lape, SMKN 1 Lenangguar, SMKN 1 Plampang dan SMKN 1 Monta. Dan 4 formasi guru SLB yang tidak ada pelamar, masing-masing satu formasi di SLBN 2 Lotim, SLBN 2 Lobar, SLBN 1 Sumbawa dan SLBN 1 Mataram.

Satu formasi dokter gigi di RS. H. L. Manambai, 2 formasi dokter spesialis anak, masing-masing satu formasi di RSJ Mutiara Sukma dan RS. HL. Manambai. Kemudian, masing-masing satu formasi dokter spesialis anestesi di RS Mata NTB, dokter spesialis bedah, dokter spesialis bedah saraf, dokter spesialis jantung, dokter spesialis kandungan, dokter spesialis kulit dan kelamin, dokter spesialis mata, dokter spesialis paru dan dokter spesialis patologi dan anatomi di RS. HL. Manambai.

Selanjutnya, formasi dokter spesialis penyakit dalam di RSJ Mutiara Sukma, dokter spesialis radiologi di RS. HL. Manambai dan RS Mata NTB, dokter spesialis rehab medik di RSJ Mutiara Sukma, dokter spesialis saraf di RSJ Mutiara Sukma dan RS. HL. Manambai, dokter spesialis THT, dokter spesialis urologi dan psikologi klinis di RS. HL. Manambai.

Dalam tes SKD CPNS Pemprov beberapa waktu lalu diikuti 7.702 peserta.  Dari jumlah tersebut sebanyak 3.650 pelamar CPNS Pemprov yang memenuhi passing grade. Sedangkan 3.450 pelamar yang tidak memenuhi passing grade.

Dari 7.702 peserta yang berhak ikut SKD, sebanyak 7.100 orang yang hadir mengikuti tes. Sementara 602 pelamar tak hadir mengikuti SKD. Secara keseluruhan, pelamar yang memenuhi passing grade dalam rekrutmen CPNS Pemprov NTB tahun 2019 sebesar 51,41 persen. Dengan nilai SKD tertinggi 433 dan terendah 95. Dalam rekrutmen CPNS 2019, Pemprov NTB mendapatkan jatah sebanyak 414 formasi. (nas)