Bobol Ruko, Residivis Dihadiahi Timah Panas

Ilustrasi

Selong (Suara NTB) – Tim gabungan dari Buser Polres Lombok Timur (Lotim) dan Polsek Terara berhasil menangkap residivis Curat  inisial AW (25) yang kerap meresahkan masyarakat, Minggu,  2 Desember 2018. Pelaku ditangkap usai kembali melakukan aksinya dengan membobol salah satu ruko milik Widi Hariati (44) asal Dusun Majeluk Desa Jenggik Kecamatan Terara.

Dari keterangan pelaku, ia melakukan aksinya pada malam hari seorang diri dengan masuk ke ruko milik korban dengan cara merusak pintu ruko. Setelah berhasil masuk  kemudian pelaku mengumpulkan sejumlah barang yang ada di ruko tersebut. Untuk mempermudah membawa barang-barang, pelaku memasukkan barang-barang itu ke dalam sebuah karung.

Iklan

 Aksi pelaku yang saat itu diketahui oleh pemilik ruko yang kemudian pelaku kabur dan meninggalkan barang-barang yang sudah diisi ke dalam karung untuk kemudian melarikan diri dengan cara melompati pagar besi ruko korban dan berhasil kabur.

Sementara, barang-barang yang ditinggal oleh pelaku saat aksinya diketahui, di antaranya berupa tas jinjing 4 buah, dompet 4 buah, kain songket 7 lembar, selempang kain 12 buah. Selanjutnya baju adat 8 stel, baju seragam polisi anak kecil 2 stel, baju biasa 40 buah, kebaya 18 buah dan snack makanan ringan 9 buah, serta pelembab muka 4 buah.

Dari laporan korban, pelaku ditangkap oleh tim Opsnal Polres Lotim bersama anggota Polsek Terara. Pelaku ditangkap di kawasan pinggir jalan Jenggik di Desa Jenggik. Pada saat dilakukan penangkapan, pelaku memberontak dan melawan petugas, sehingga dilakukan tindakan tegas dengan melumpuhkan pelaku dengan tembakan lurus ke arah kaki dan menembus betis kiri pelaku. “Barang bukti yang kami amankan sebelumnya, satu buah parang milik pelaku yang tertinggal di sekitar TKP,”terang Kasubag Humas Polres Lotim, Iptu. I Made Tista.

Dijelaskannya, pelaku merupakan residivis dalam kasus yang sama dan sudah dua kali masuk penjara. Saat ini pelaku sudah diamankan dan di tahan di rumah tahanan Polres Lotim untuk pengembangan dan proses hukum lebih lanjut. (yon)