Bobol Minimarket, Residivis Ini Masuk Bui

Mataram (Suara NTB) – Warga Jempong Timur, AY (23) membobol minimarket di Jalan Sriwijaya, Cilinaya, Cakranegara, Senin, 28 Agustus 2017 dan diduga mencuri barang senilai Rp 10 juta. AY membobol minimarket sekitar pukul 02.00 WITA. Ia masuk lewat ventilasi dengan dua buah linggis.

Sampai di dalam, pelaku menguras ratusan bungkus rokok berbagai merek dengan keranjang laiknya pelanggan. Bahkan ia juga mengambil monitor kasir sebagai bonusnya.

Iklan

Rupanya aksi pelaku terdengar penghuni rumah yang berada tepat di samping sekitar pukul 04.00 WITA. Polsek Cakranegara yang menerima panggilan dari penghuni rumah tersebut lantas mendatangi TKP.

Benar saja, ventilasi ruko yang dimaksud sudah rusak. Polisi kemudian masuk ke toko. Pelaku yang menyadari dirinya sudah terkepung tak bisa berkutik. Ia ditemukan meringkuk di bawah tumpukan kardus stok dagangan.

AY datang ke lokasi sasaran bersama kawannya, HA, yang berjanji akan datang menjemput pukul 04.00 WITA. Namun, AY tak menyangka kalau yang menjemputnya adalah polisi.

“Tersangka diduga melakukan pencurian dengan pemberatan. Sasarannya ini sehari sebelumnya sudah disurvei,” ungkap Kapolsek Cakranegara melalui Kanit Reskrim, Iptu Gusti Lanang Mahardika.

Pelaku AY menyurvei sasarannya dengan berbelanja laiknya pelanggan biasa, padahal sedang memantau pengamanan lokasi yang jadi sasarannya tersebut. “Jadi barang-barang ini yang mudah diambil, mudah juga dijualnya,” kata Lanang.

“Dia ini residivis pernah mencuri juga 2010 lalu tapi itu waktu dia masih di bawah umur. Dia spesialis toko kosong,” ungkapnya.

AY yang pernah dihukum penjara empat bulan pada 2011 itu mengaku nekat mencuri di minimarket yang lengkap dengan kamera CCTV lantaran utangnya sudah lewat tempo.

“Saya sampai sekarang masih pengangguran Pak. Kalau berhasil yang ini saya mau pakai untuk bayar utang, Rp 500 ribu,” kata pelaku AY mengaku di hadapan penyidik. Pelaku disangkakan pasal 363 KUHP dengan ancaman penjara paling lama tujuh tahun. sementara kawan AY bernisial HA tersebut masih diburu. (why)