BNNP NTB Musnahkan 4,1 Kg Ganja dan 904,95 Gram Sabu

Kepala BNN Provinsi NTB Gde Sugianyar Dwi Putra, Kamis (8/4) didampingi Kasubdit Harmonisasi Strategi Keamanan Laut Andy K Wijaya, Aspidum Kejati NTB Ikeu Bachtiar, dan Dirresnarkoba Polda NTB Helmi Kwarta Kusuma Putra memusnahkan barang bukti narkoba hasil pengungkapan lima kasus yang menjerat delapan tersangka. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – BNN Provinsi NTB memusnahkan barang bukti narkoba hasil pengungkapan lima kasus penyelundupan sabu ke Lombok. Jumlah barang bukti yang dimusnahkan yakni ganja 4.116,69 gram dan sabu 904,95 gram. Pemusnahan ganja dengan dibakar. Sementara sabu diblender dan dicampur oli kemudian dibuang.

“Ini dari kasus dengan penangkapan delapan orang tersangka,” kata Kepala BNN Provinsi NTB Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra, Kamis, 8 April 2021 didampingi Kasubdit Harmonisasi Statregi Keamanan Laut Kolonel Bakamla Andy K Wijaya, Aspidum Kejati NTB Ikeu Bachtiar, dan Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra.

Iklan

Untuk barang bukti sabu, pemusnahannya dengan mencampur sabu dengan air di dalam mesin blender. Cairan campurannya kemudian dilebur dengan oli bekas. Setelah itu dibuang ke dalam lubang. Sementara barang bukti ganja dibakar di dalam tong.

Barang bukti ini, kata Sugianyar, merupakan hasil pengungkapan lima kasus. Antara lain, penangkapan Andi alias Wan pada Minggu 14 Desember 2020 lalu di Jatiwangi, Asakota, Kota Bima. Andi saat itu sedang mengambil paket kiriman kilat. Isi paketnya, lima bungkus besar ganja yang dikirim dari medan total beratnya 3,81 kg. Andi sudah lima kali menggunakan modus yang sama dalam mengambil suplai narkoba. Andi mendapat upah antara Rp300 ribu sampai Rp500 ribu dari setiap pengambilan paket.

“Dari barang bukti Andi, sudah disisihkan 3022 gram untuk uji laboratorium dan 5,82 gram untuk pembuktian di persidangan. Sisanya yang kita musnahkan hari ini (kemarin),” kata Sugianyar. Kemudian kasus yang menjerat Rizal Setiawan dan Suparlan. Keduanya ditangkap di terminal kedatangan Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM), Praya, Lombok Tengah, Sabtu (30/1) lalu. Barang buktinya 339,7 gram sabu.

“Dua orang ini menyelundupkan sabu dengan modus roket. Narkoba dibungkus dengan kondom kemudian dimasukkan ke dalam dubur dan ada yang menyimpan di selangkangan,” ungkap Sugianyar. Dua tersangka itu membawa sabu dari Medan. Kasus ketiga yakni yang melibatkan pasangan suami istri Purnama dan Mawarni. Mereka membawa 387,95 gram sabu dari Padang, Sumatera Barat ke Lombok dengan upah masing-masing Rp40 juta. Modusnya, menyimpan sabu dalam dubur dan kemaluan. Mereka tertangkap di BIZAM pada Kamis (11/2) lalu.

Selanjutnya kasus penyelundupan 343,32 gram ganja dalam paket kopi yang melibatkan Andika. Pria mantan bartender kafe ini ditangkap saat sedang mengambil paket. Dalam manifes disebutkan ganja dikirim dari Aceh.

Kemudian dari kasus terakhir dengan tersangka Azis dan Rizkia. Azis yang merupakan kontraktor asal Medan, Sumatera Utara ini mengantarkan 190,2 gram sabu untuk Rizkia pada Selasa (9/3) lalu. Mereka janjian bertemu di sebuah pusat perbelanjaan di Mataram. Azis menyimpan sabu dalam selangkangan melalui jalur udara. Azis dari Medan terbang ke Bali. Lalu menuju Lombok melalui jalur darat via penyeberangan pelabuhan antarpulau.

Pada pemusnahan barang bukti ini, sudah disisihkan untuk keperluan uji laboratorium dan pembuktian persidangan. Antara lain dari tersangka Rizal dan Suparlan seberat 5,43 gram. Disisihkan seberat 4,78 gram dari tersangka Purnama dan Mawarni. Seberat 9,11 gram disisihkan dari tersangka Andika. Terakhir disisihkan seberat 4,74 gram dari tersangka Azis dan Rizkia. (why)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional